Semarang (ANTARA) - Suasana pagi di SD Negeri Sarwadadi 03 Kawunganten, Kabupaten Cilacap tampak berbeda ketika murid-murid memadati teras sekolah yang terbuka dan teduh.
Area yang biasanya menjadi tempat duduk santai berubah menjadi ruang belajar penuh gelak tawa dan antusiasme.
Para murid yang tergabung dalam Sahabat Sekolah Dasar berkumpul bersama teman-temannya untuk mengikuti pembelajaran karakter melalui permainan “Monopoli Kebiasaan Anak Hebat”, sebuah inovasi yang menggabungkan bermain dan belajar dalam satu pengalaman utuh.
Sejak permainan dimulai, energi positif terasa mengalir. Guru dan pendamping aktif memberi arahan, sementara para murid berdiskusi, bekerja sama, serta menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul selama permainan.
Aktivitas dirancang agar menyenangkan sekaligus bermakna, sehingga pembelajaran karakter terasa lebih hidup bagi anak-anak.
“Monopoli Kebiasaan Anak Hebat” merupakan media pembelajaran yang dikembangkan untuk mengenalkan dan memperkuat Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).
Permainan ini diadaptasi dari game board karya Ir. Andre Kurniawan Pamudji, S.Kom., M.Ling dan menjadi inovasi kreatif untuk menanamkan nilai-nilai positif melalui pengalaman langsung.
Tujuh kebiasaan yang diperkenalkan meliputi Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, serta Tidur Cepat. Seluruh kebiasaan tersebut dikemas dalam papan permainan yang interaktif dengan berbagai kartu tantangan dan kartu keberuntungan.
Proses permainan berlangsung terarah. Murid bermain dalam kelompok kecil berisi empat hingga lima orang. Sahabat Sekolah Dasar menjelaskan aturan bermain, mulai dari cara melempar dadu hingga menjalankan instruksi pada kartu tantangan.
Setiap murid bergiliran menggerakkan pion dan berhenti di kotak-kotak kebiasaan yang mengharuskan mereka menjawab pertanyaan, melakukan mini-aksi seperti olahraga ringan, atau berbagi pengalaman pribadi.
Pendamping mengajak murid berdiskusi singkat di setiap kotak, sehingga mereka semakin memahami pentingnya kebiasaan baik dan cara menerapkannya. Bintang Kebiasaan Baik diberikan kepada murid yang berhasil menyelesaikan tugas, dan mereka yang mengumpulkan bintang terbanyak mendapatkan gelar Duta Anak Hebat.
Menurut guru pendamping, kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap keterlibatan murid dalam pembelajaran karakter.
“Dengan permainan ini, anak-anak belajar tanpa merasa terbebani. Mereka terlibat aktif, berdiskusi, dan semakin memahami nilai kebiasaan baik,” ujar Bu Rahmi, Guru PAI.
Para murid pun mengaku sangat menikmati prosesnya. Adibah, murid kelas tiga, bercerita sembari tersenyum, “Seru banget. Aku jadi tahu manfaat bangun pagi dan kenapa makan sehat itu penting.”
Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen SD Negeri Sarwadadi 03 dalam memperkuat pendidikan karakter.
Permainan edukatif seperti “Monopoli Kebiasaan Anak Hebat” akan terus dijadikan bagian dari inovasi pembelajaran di sekolah agar nilai-nilai kebaikan dapat dipahami dan dipraktikkan oleh murid dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran karakter tidak harus selalu disampaikan melalui ceramah atau penjelasan panjang. Melalui pendekatan kreatif seperti permainan, anak-anak dapat menyerap nilai dengan lebih mudah dan mengingatnya lebih lama.
Semangat belajar terlihat kuat, interaksi sosial semakin baik, dan kebiasaan positif mulai tumbuh secara alami. Pembelajaran yang menyenangkan terbukti mampu menggerakkan perubahan kecil yang berarti bagi masa depan anak-anak.
*Kepala SDN Sarwadadi 03 Kawunganten,
Fasilitator Daerah Tanoto Foundation, &
Fasilitator Sahabat Sekolah Dasar 2025

