4.000 nakes target pertama vaksinasi di Kota Magelang
Selasa, 5 Januari 2021 21:28 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Magelang Majid Rohmawanto. ANTARA/Heru Suyitno
Magelang (ANTARA) - Sebanyak 4.000 tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan menjadi target gelombang pertama pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kota Magelang.
"Sasaran pertama adalah 4.000 orang, tiap-tiap orang dapat dua dosis, tetapi belum turun semua, kemarin gelombang pertama turun di provinsi," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Magelang Majid Rohmawanto di Magelang, Selasa.
Menurut dia vaksin tersebut tidak akan diberikan sebelum terkumpul semua. Secara nasional pelaksanaannya tanggal 13 Januari 2021, provinsi tanggal 21 Januari 2021.
"Secara nasional tanggal 13 Januari 2021, kemudian daerah menyusul hari-hari selanjutnya. Untuk pelaksanaan di fasilitas kesehatan menyesuaikan," katanya.
Baca juga: BPOM: Hasil uji vaksin COVID-19 aman
Ia menyampaikan gelombang pertama untuk tenaga kesehatan maupun penunjang lain seperti sopir ambulan, tenaga kebersihan di fasilitas kesehatan, jadi tidak hanya tenaga kesehatan saja.
Setelah tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan, kemudian vaksinasi menyasar pelayanan publik dan selanjutnya masyarakat umum.
Majid mengatakan pelaksanaan vaksinasi di Kota Magelang berlangsung di 18 fasilitas kesehatan, yakni puskesmas, rumah sakit negeri maupun swasta, dan klinik.
Dalam layanan vaksinasi, katanya idealnya satu lokasi ada empat petugas, pertama petugas administrasi, kedua petugas pemeriksaan, ketiga petugas yang melakukan vaksinasi, dan keempat petugas yang melakukan monitoring input data dan lain-lain.
Baca juga: IHSG ditutup menguat seiring dengan distribusi vaksin COVID-19 di Tanah Air
Ia menuturkan bahwa pelaksanaan vaksinasi dengan sistem daring bekerja sama dengan BPJS yang mempunyai basis online.
"Sehari maksimal di satu lokasi vaksinasi hanya untuk 45 orang. Kalau jenis vaksinasi lain sehari bisa 100 atau lebih, tetapi memang ini perlakuannya berbeda. Jadi nanti sistemnya online sehari hanya bisa 45 orang dan hari ini disuntik/divaksin, hari ini juga keluar sertifikatnya dan 14 hari kemudian harus diulang vaksin dosis kedua," katanya.
"Sasaran pertama adalah 4.000 orang, tiap-tiap orang dapat dua dosis, tetapi belum turun semua, kemarin gelombang pertama turun di provinsi," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Magelang Majid Rohmawanto di Magelang, Selasa.
Menurut dia vaksin tersebut tidak akan diberikan sebelum terkumpul semua. Secara nasional pelaksanaannya tanggal 13 Januari 2021, provinsi tanggal 21 Januari 2021.
"Secara nasional tanggal 13 Januari 2021, kemudian daerah menyusul hari-hari selanjutnya. Untuk pelaksanaan di fasilitas kesehatan menyesuaikan," katanya.
Baca juga: BPOM: Hasil uji vaksin COVID-19 aman
Ia menyampaikan gelombang pertama untuk tenaga kesehatan maupun penunjang lain seperti sopir ambulan, tenaga kebersihan di fasilitas kesehatan, jadi tidak hanya tenaga kesehatan saja.
Setelah tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan, kemudian vaksinasi menyasar pelayanan publik dan selanjutnya masyarakat umum.
Majid mengatakan pelaksanaan vaksinasi di Kota Magelang berlangsung di 18 fasilitas kesehatan, yakni puskesmas, rumah sakit negeri maupun swasta, dan klinik.
Dalam layanan vaksinasi, katanya idealnya satu lokasi ada empat petugas, pertama petugas administrasi, kedua petugas pemeriksaan, ketiga petugas yang melakukan vaksinasi, dan keempat petugas yang melakukan monitoring input data dan lain-lain.
Baca juga: IHSG ditutup menguat seiring dengan distribusi vaksin COVID-19 di Tanah Air
Ia menuturkan bahwa pelaksanaan vaksinasi dengan sistem daring bekerja sama dengan BPJS yang mempunyai basis online.
"Sehari maksimal di satu lokasi vaksinasi hanya untuk 45 orang. Kalau jenis vaksinasi lain sehari bisa 100 atau lebih, tetapi memang ini perlakuannya berbeda. Jadi nanti sistemnya online sehari hanya bisa 45 orang dan hari ini disuntik/divaksin, hari ini juga keluar sertifikatnya dan 14 hari kemudian harus diulang vaksin dosis kedua," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Ketenagakerjaan - Dinsos Jateng perkuat perlindungan bagi pekerja rentan
28 January 2026 22:39 WIB
KITB minta rekomendasi Gubernur Jateng dukung layanan tenaga listrik andal
18 December 2025 20:02 WIB
Pemkab Batang identifikasi penyerapan tenaga kerja lokal di KEK dan Batang Industrial Park
04 December 2025 8:49 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB