Logo Header Antaranews Jateng

Pekalongan-MSI memperkuat percepatan eliminasi TBC melalui metode deteksi

Rabu, 28 Januari 2026 13:13 WIB
Image Print
Petugas Dinas Kesehatan Kota Pekalongan sedang melakukan pemeriksaan pada penderita TBC di Pekalongan, Selasa (27/1/2026). ANTARA/Kutnadi

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah bekerja sama dengan Mentari Sehat Indonesia (MSI) memperkuat percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui metode skrining active case finding dengan menyasar kontak serumah pasien penyakit tersebut.

Epidemiolog Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Opick Taufik di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa tujuan kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menemukan kasus sedini mungkin sehingga pengobatan pada penderita TBC dapat segera dilakukan dan risiko penularan di masyarakat dapat ditekan.

"Melalui kegiatan ini kami berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC serta pentingnya pemeriksaan dini," katanya.

Kegiatan active case finding tersebut berlangsung mulai 27 hingga 30 Januari 2026 yang dilaksanakan di empat puskesmas yaitu Puskesmas Pekalongan Selatan, Medono, Bendan, dan Tirto.

Ketua MSI Kota Pekalongan Ira Septiawati mengatakan sasaran skrining diambil berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) khususnya pada pasien TBC bakteriologis semester satu dan dua tahun 2025.

Berdasarkan dari data tersebut, kata dia, tercatat sebanyak 347 orang kontak serumah yang menjadi target deteksi dini (skrining).

"Kegiatan ini merupakan active case finding yaitu kami secara aktif mengundang kontak serumah pasien TBC untuk dilakukan skrining oleh petugas puskesmas," katanya.

Menurut dia, pemeriksaan pada para penderita TBC meliputi pengecekan dahak, pemeriksaan klinis, hingga pemeriksaan darah.

"Selanjutnya hasil akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah terjadi penularan atau tidak. Kontak serumah memang menjadi kelompok paling rentan karena penularan TBC terjadi melalui udara," katanya.



Baca juga: Pemprov Jateng: Pengendalian TBC menunjukkan tren positif



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026