Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng: Pengendalian TBC menunjukkan tren positif

Kamis, 22 Januari 2026 16:29 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat pelantikan Pengurus Wilayah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Jawa Tengah periode 2025–2030 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Semarang, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa capaian pengendalian tuberkulosis (TBC) pada 2025 menunjukkan tren positif dengan temuan kasus mencapai 84 persen dari target 90 persen.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi pijakan untuk mengejar target yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Wagub Jateng saat acara pelantikan Pengurus Wilayah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Jateng periode 2025–2030 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Semarang.

Ia menyebutkan penderita yang memulai pengobatan tercatat sebesar 94,7 persen, dengan angka kesembuhan mencapai 85 persen dari target 90 persen.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pengobatan agar hasil yang dicapai dapat berkelanjutan.

"TBC ini tidak hanya cukup diobati, tetapi harus tuntas supaya masyarakat ini tetap sehat," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Ia memastikan komitmen Pemprov Jateng dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mengejar target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada 2030.

Sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 67/2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, mengamanatkan target eliminasi TBC pada 2030, yaitu penurunan angka kejadian menjadi 65 per 100 ribu penduduk dan penurunan angka kematian akibat TBC menjadi 6 per 100 ribu penduduk.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci dalam memastikan penemuan kasus dan pengobatan TBC berjalan tuntas, dan penguatan peran komunitas mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke tingkat paling bawah.

"Kesempatan ini adalah tanggung jawab yang luar biasa, yaitu bukan hanya menemukan, tetapi juga harus mengobati. Bukan hanya mengobati saja, tetapi juga harus sampai tuntas," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, yang juga dilantik sebagai Ketua Badan Kehormatan PPTI Jateng.

Pelantikan tersebut, kata dia, adalah momentum kolaborasi pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pengendalian TBC berbasis komunitas, apalagi agenda pengendalian TBC merupakan bagian dari prioritas nasional hingga 2030.

Keberhasilan pengendalian TBC juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga peran organisasi masyarakat dinilai semakin strategis.

PPTI sebagai mitra pemerintah berbasis komunitas berkontribusi dalam edukasi, penjaringan suspek TBC, pendampingan pengobatan, hingga pencegahan putus obat dan TBC resisten obat.



Baca juga: Sekda Magelang: Rekomendasi BPK menjadi bahan evaluasi penanganan TBC



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026