
Gubernur Jateng minta penanganan longsor Ungaran Timur tuntas dalam sepekan

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta penanganan tanah longsor di Perumahan Delta Asri, Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, tuntas dalam sepekan ke depan.
"Dari PUPR sudah melakukan kajian. Saya bilang jangan lama-lama melakukan kajian, masyarakat sudah menunggu, biar nanti antara satu RW dengan RW lainnya terhubung," katanya, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau lokasi tanah longsor di Perumahan Delta Asri, Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur.
Ia langsung memberikan instruksi kepada dinas terkait agar penanganan longsor yang memutuskan konektivitas antarkampung itu segera tuntas dalam sepekan.
Menurut dia, Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota secara umum sudah melakukan berbagai upaya mitigasi bencana, meliputi pemetaan lokasi-lokasi rawan longsor, tanah bergerak, banjir, dan rob.
"Mitigasi sudah. Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda-beda, penanganan juga berbeda, dan kecepatan itu perlu," katanya.
Ia mengatakan bahwa kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci dalam mengatasi masalah apapun, termasuk penanganan bencana.
"Ini bentuk kolaborasi yang kompak ya di Kabupaten Semarang ini. Ada Bupati, Dandim, Kapolres, ada Tagana, TRC, kemudian semua komponen masyarakat bahu-membahu dalam mengatasi masalah," katanya.
Peningkatan kesadaran masyarakat, organisasi masyarakat, dan seluruh instansi untuk bergotong royong, kata dia, sangat diperlukan dalam kesiapsiagaan bencana.
Terutama, Taruna Siaga Bencana (Tagana) di 35 kabupaten/kota yang harus selalu siap bergerak, termasuk pimpinan daerahnya.
"Bentuk hadirnya negara adalah bagaimana antara komponen masyarakat bersama-sama untuk bahu-membahu, tidak boleh ada yang menyalahkan. Inilah namanya penyelesaian problem bersama," katanya, didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Terkait longsor di Perumahan Delta Asri Leyangan Ungaran Timur, sejumlah bantuan sudah diterjunkan, baik oleh Pemerintah Kabupaten Semarang maupun Pemerintah Provinsi Jateng.
Pemkab Semarang menerjunkan crane untuk membantu menurunkan karung pasir dan mengangkat beton jembatan roboh, sedangkan Pemprov Jateng memberikan bantuan berupa penanaman bibit pohon, 100 sepatu boots kepada relawan.
Kemudian, 100 paket sembako untuk warga terdampak dari Baznas, 200 unit mushaf Al Quran, bantuan beras senilai Rp2,7 juta, dan logistik lainnya senilai Rp6,28 juta.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
