Logo Header Antaranews Jateng

Wali kota : Manfaatkan anggaran Prodamai secara bertanggung jawab

Jumat, 6 Februari 2026 10:36 WIB
Image Print
Kegiatan Musrenbang RKPD Kota Magelang 2027 di Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan dihadiri Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Kamis (5/2/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengingatkan berbagai pihak terkait untuk memanfaatkan anggaran Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Infrastruktur (Prodamai) Rp50 juta per rukun tetangga (RT) secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

"Terutama untuk mendukung penataan lingkungan," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Jumat.

Ia mengatakan hal itu pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Magelang 2027 di Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kamis (5/2), yang antara lain dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang (Bapperida) Kota Magelang Handini Rahayu, para ketua RT dan rukun warga (RW) se-Kelurahan Magersari, dan masyarakat setempat.

Kegiatan itu secara serentak di seluruh kelurahan di kota itu untuk penyusunan program pembangunan Kota Magelang pada 2027.

Kota Magelang dengan luas sekitar 18,59 kilometer persegi itu, meliputi 1.030 RT, 192 RW, 17 kelurahan, dan tiga kecamatan. Berdasarkan datago.magelangkota.go.id jumlah penduduk setempat 45.142 kepala keluarga atau 128.915 jiwa.

Ia menjelaskan anggaran Prodamai harus digunakan untuk kegiatan yang berkelanjutan.

"Bukan untuk hal-hal yang tidak perlu. Tidak boleh ada yang main-main dalam pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran ini,” katanya.

Ia menjelaskan RT dan RW memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan sekaligus penghubung langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“RT dan RW adalah mata dan telinga pemerintah. Mereka yang paling memahami kondisi lingkungannya,” ujar Damar.

Ia mengingatkan masyarakat saling peduli terhadap lingkungan, termasuk penanganan sampah yang menjadi isu nasional saat ini, melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Kota Magelang, ujar dia, telah lama berkomitmen terhadap penataan kota dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Lingkungan yang bersih, cantik, dan nyaman akan membuat orang datang ke Kota Magelang. Dampaknya ekonomi tumbuh dan UMKM semakin berkembang,” katanya.

Camat Magelang Selatan Susilo menjelaskan mengatakan musrenbang kelurahan itu menunjukkan komitmen pemkot dalam mendengar aspirasi warga.

“Usulan warga telah dibahas sejak tahapan renja (rencana kerja) RT/RW, pra-musrenbang, survei, hingga musrenbang. Harapannya, hasilnya benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026