Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur Jateng: tidak ditemukan kasus virus Nipah di wilayahnya

Rabu, 4 Februari 2026 19:44 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kasus virus Nipah di wilayah tersebut, namun meminta masyarakat tetap mewaspadainya.

"Terkait dengan virus Iipah, di Jawa Tengah masih zero. Tapi kita perlu antisipasi dengan pola hidup sehat. Kalau makan buah ya dicuci dulu, kalau mungkin ada gejala ya segera lakukan pemeriksaan," katanya di Surakarta, Rabu.

Ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mencurigakan.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng telah memiliki sistem pengawasan kesehatan hingga tingkat desa melalui Program Dokter Spesialis (speling).

Dengan begitu, lanjutnya, deteksi dan pencegahan penyakit dapat dilakukan sejak dini. Ia optimistis sistem tersebut mampu menjaga wilayah Jateng tetap aman dari potensi penularan penyakit menular.

"Jawa Tengah kita punya Program Speling sampai di tingkat desa. Saya yakin kita punya penjagaan yang luar biasa," kata Gubernur Ahmad Luthfi.

Selain itu ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri maupun berinteraksi lintas wilayah untuk lebih menjaga kesehatan.

Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan, khususnya buah-buahan, yang berpotensi terpapar virus Nipah.

Sebagai informasi virus Nipah (NiV) merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alami.

Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, maupun kontak erat antarmanusia. Hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk virus nipah sehingga pencegahan dan kewaspadaan dini menjadi langkah utama.




Baca juga: Kota Semarang pastikan kesiapan tuan rumah MTQ Nasional 2026



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026