Semarang (ANTARA) - PT PLN (Persero) dalam forum Energy Transition Working Group 1 (ETWG) langsung mengeksekusi wujud nyata kerja sama untuk mempercepat transisi energi bersih di tanah air dengan meneken empat kerja sama strategis dengan berbagai pihak, pada Kamis (24/3).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan melalui kesepakatan kerja sama strategis tersebut, dimaksudkan untuk mengurangi emisi global sebagai simbol bahwa pengembangan EBT saat ini menjadi fokus utama PLN.
Dalam mengembangkan EBT dan menjalankan agenda transisi energi, katanya, PLN membuka peluang kerja sama dengan semua pihak.
"Ke depan pengembangan EBT dan upaya pengurangan emisi menjadi fokus semua pihak dalam mengurangi emisi global. Kerja sama ini sebagai komitmen nyata dari hasil pertemuan ETWG pertama ini," kata Darmawan.
Darmawan merinci empat kesepakatan kerja sama strategis tersebut adalah MoU Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara, yang terdiri atas Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.
Kedua, PLN juga melakukan Power Purchase Agreement (PPA) dua proyek yaitu pengembangan PLTS di Bali bersama Medco Power dan juga pengembangan PLTM Kukusan-2 5,4 MW di Lampung dengan Arkora Energi Baru. PLN juga melakukan Financial Close PLTM Sukarame dengan kapasitas 7 MW di Lampung oleh Lampung Hydroenergy.
Kerja sama strategis ketiga juga dilakukan dalam sektor Renewable Energy Certificate dari PLN ke 6 perusahaan sebesar lebih dari 500 MWh pertahun dari pembangkit EBT milik PLN.
Terakhir, PLN melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan World Wide Fund (WWF) tentang asistensi teknis dalam meningkatkan kualitas standar lingkungan sosial dan proyek infrastruktur Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.
Darmawan menegaskan kerja sama tersebut merupakan wujud PLN terbuka untuk partnership dan sangat mengedepankan fairness dalam kerja sama.
Baca juga: Dirut PLN ungkap langkah nyata pencapaian net zero emission dalam Forum ETWG-1 G20
Baca juga: Meriahkan Sidang Transisi Energi G20, KESDM dan PLN gelar parade motor listrik
Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengakui diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia dan mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
Menurutnya dampak perubahan iklim tidak hanya berdampak pada iklim tetapi juga terhadap ekonomi, karenanya pengurangan emisi untuk iklim yang lebih baik menjadi langkah penting yang perlu diusung bersama sama.
"Tantangan ke depan adalah teknologi dan pendanaan. Apa yang bisa kita lakukan untuk bersinergi secara nasional harus terus dikembangkan. Kerja sama dengan dunia internasional juga terus kita perluas agar kita bisa menjadi leader dalam proses ini," kata Arifin.
Wakil Menteri I BUMN Pahala Masury menjelaskan langkah kerja sama strategis ini sangat penting dan Kementerian BUMN sangat mendukung PLN untuk bisa membangun langkah pengurangan emisi global.
"Ini diharapkan dengan berbagai perbaikan bisnis model dan pengembangan implementasi EBT dan pengurangan emisi karbon bisa menjadi daya tarik semua pihak untuk bisa bekerja sama dengan PLN," kata Pahala.