Pemkab Batang dorong pemilik warung di Pantai Sigandu ajukan izin

id Pemkab Batang, izin usaha wisata

Pemkab Batang dorong pemilik warung di Pantai Sigandu ajukan izin

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Batang Wahyu Budi Santosa saat berkunjung ke Dolphin Center Sigandu Batang. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendorong pada para pemilik warung dan kafe yang beroperasi di sepanjang Pantai Sigandu hingga Ujungnegoro mengajukan izin usahanya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Batang Wahyu Budi Santosa di Batang, Jumat (16/10), mengatakan berdirinya belasan warung dan kafe di Pantai Sigandu hingga Ujungnegoro bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD).

"Oleh karena itu, kami mendorong para pemilik warung atau kafe yang berjejer disepanjang Pantai Sigandu hingga Ujungnegoro mengajukan izin usaha. Memang sudah ada yang beritikad baik mereka ada yang sudah mengajukan izin yang kini sedang kita proses," katanya.

Pihaknya akan melakukan rapat koordinasi bersama instansi lainnya agar semua pemilik warung di sepanjang Pantai Sigandu dan Ujungnegoro melakukan pengurusan izin.

"Nantinya, jika memang warung-warung itu sudah berizin maka pemilik warung memiliki kewajiban membayar pajak dan lainnya. Tentunya, hal ini berimplikasi pada pendapatan daerah," katanya.

Ia mengatakan target PAD 2020 dari sektor wisata Pantai Sigandu sudah terlampaui meski hanya mengandalkan retribusi dan tiket masuk ke objek wisata itu.

Namun, kata dia, untuk PAD 2020 sektor pariwisata secara keseluruhan yang ditetapkan sebesar Rp1,2 miliar belum tercapai sehingga pemkab menurunkan target PAD 2020 sebesar Rp600 juta.

"Adapun target PAD 2020 yang ditetapkan sebesar Rp600 juta kini juga sudah terlampaui 100 persen," kata Wahyu Budi Santosa.

Memasuki masa peralihan menuju "Batang Zona Industri" atau berdirinya Kawasan Industri Terpadu Batang, Disparpora terus berupaya untuk mendongkrak pengembangan objek wisata di wilayah setempat.

"Saya sampaikan bahwa hadirnya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dapat dijadikan sebagai sebuah peluang bagi para pengelola objek wisata. Saya juga berharap para pengelola objek wisata yang dikelola melalui sistem pemberdayaan masyarakat maupun swasta bisa berbenah untuk menangkap peluang itu ke depan," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar