BPBD Cilacap salurkan 622 tangki air bersih ke warga kekeringan

id BPBD Cilacap, kekeringan di cilacap, krisis air bersih,kemarau panjang

BPBD Cilacap salurkan 622 tangki air bersih ke warga kekeringan

Petugas BPBD Kabupaten Cilacap saat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung. (ANTARA/HO-BPBD Cilacap)

Cilacap (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hingga Minggu 29 September telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 622 tangki kepada warga korban kekeringan, kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy.

"Bantuan air bersih sebanyak 622 tangki itu kami salurkan untuk 26.987 keluarga atau 78.989 jiwa yang terdampak kekeringan di 78 desa dari 19 kecamatan se-Kabupaten Cilacap," kata Tri di Cilacap, Senin.

Menurut dia, bantuan air bersih tersebut berasal dari alokasi APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2019, bantuan dari Organisasi Perangkat daerah (OPD) Kabupaten Cilacap, dan program pertanggungjawaban sosial sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Cilacap.

Baca juga: Kekeringan meluas, Banyumas intensifkan penyaluran bantuan air

Ia mengakui jumlah desa yang mengalami krisis air bersih atau kekeringan pada tahun 2019 mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Saat kemarau tahun 2018, jumlah desa yang mengalami kekeringan sebanyak 48 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Sementara tahun ini sudah mencapai 78 desa yang tersebar di 19 kecamatan," katanya.

Dari jumlah tersebut, kata dia, penyaluran bantuan air bersih paling banyak dilakukan di Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, dan Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, masing-masing sebanyak 35 tangki, disusul Desa Babakan, Kecamatan Kawunganten, sebanyak 29 tangki.

Tri Komara mengatakan peningkatan jumlah wilayah yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih itu dipengaruhi oleh datangnya musim kemarau yang lebih cepat dari biasanya.

Menurut dia, Kabupaten Cilacap biasanya memasuki musim kemarau sekitar bulan Juni namun tahun 2019 datangnya lebih cepat, yakni pada bulan Mei.

Bahkan, kata dia, sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap yang berada di daerah pegunungan seperti Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, dan Karangpucung juga mengalami krisis air bersih.

"Padahal, wilayah pegunungan biasanya banyak mata airnya namun sejak tahun 2018, warga di Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, dan Karangpucung minta bantuan air bersih setiap kali musim kemarau," katanya. 

Baca juga: Meluas, 18 kecamatan terdampak kekeringan di Banyumas
Baca juga: 1.392 hektare lahan tanaman padi di Boyolali kekeringan



 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar