29 desa di Pekalongan rawan konflik pilkades

id Pilkades Pekalongan, rawan konflik

29 desa di Pekalongan rawan konflik pilkades

Kepala Kepolisian Resor Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan. (Foto: Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Sebanyak 29 desa dari 210 desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, rawan konflik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 sehingga mendapat pantauan serius dari Kepolisian Resor Pekalongan.

Kepala Kepolisian Resor Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades Serentak 2019, polres akan menerjunkan 696 personel.

"Kami telah melakukan pemetaan desa rawan pillkades. Hasilnya, sekitar 29 desa, kami nilai rawan konflik," katanya.

Ia mengatakan saat ini polres terus melakukan pantauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di desa yang akan menyelenggarakan Pilkades Serentak 2019, terutama pada titik-titik yang dianggap rawan.

Pengamanan Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Pekalongan ini, kata dia, juga akan dibantu oleh anggota dari Polda Jateng, Polres Pekalongan Kota, Polres Batang, Polres Pemalang, dan Brimob.

Baca juga: Belasan desa Batang deklarasikan pilkades tanpa praktik politik uang

"Kami sudah mengambil langkah-langkah antisipasi agar pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 berlangsung aman dan lancar. Kami juga menerjunkan anggota Bhabinkamtibmas ke desa untuk melakukan pembinaan pada warga dan memantau perkembangan situasi desa," katanya.

Ia yang didampingi Kepala Bagian Operasional Kompol GN Simatupang mengimbau pada para calon kepala desa, sebelum dan sesudah pelaksanaan pilkades agar ikut menjaga kondusivitas di wilayah desanya masing-masing.

"Berbeda pilihan adalah hal yang biasa dalam setiap pelaksanaan demokrasi rakyat, Namun, kami mengimbau pada warga tetap menjaga situasi tetap aman karena apabila ada oknum yang memicu keributan pasti akan ditindak tegas," katanya.

Baca juga: 378 calon kades di Jepara ikrarkan pilkades damai
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar