Ditabrak buldoser, Jason Momoa belum bisa syuting untuk "Aquaman 2"

id aquaman,jason momoa,jason momoa ditabrak buldoser

Ditabrak buldoser, Jason Momoa belum bisa syuting untuk "Aquaman 2"

Poster "Aquaman", film yang dibintangi Jason Mamoa. (ANTARA News/Instagram)

Jakarta (ANTARA) - Warner Bros sedang menyiapkan sekuel dari film "Aquaman" yang dibintangi Jason Momoa, namun sang pemeran utama menyatakan belum bisa memulai syuting "Aquaman 2", kenapa?

Dalam unggahannya di akun Instagram, Jason menyatakan bahwa ia belum bisa memulai pengambilan gambar "Aquaman 2" karena ditabrak buldoser saat menghentikan pembangunan kontruksi teleskop raksasa di Hawaii.

 
"Maaf Warner Bros, kami tidak bisa syuting ‘Aquaman 2'," tulisnya dalam kiriman di Instagram. "Karena Jason ditabrak buldoser ketika mencoba menghentikan penodaan tanah asalnya. INI TIDAK TERJADI. KAMI TIDAK MEMBIARKAN KAMU MELAKUKAN INI. Cukup sudah. Pergi ke tempat lain."

Dalam unggahan lanjutan, Momoa meminta para penggemar untuk mendukung gerakan protes, dan menulis,"Selama masa ini, kami mencoba untuk menyatukan orang-orang yang lahir baik kanaka dan Hawaii sama-sama untuk melindungi tidak hanya Mauna, tetapi juga cara hidup kita dan sumber daya alam terhebat di Hawaii secara keseluruhan."
 
Momoa telah menghabiskan beberapa minggu di titik tertinggi di negara bagian Hawaii, Mauna Kea, dalam upaya untuk menghentikan pembangunan Thirty Meter Telescope (TMT), sebuah proyek ilmiah senilai 1,4 miliar dolar yang ditanggung oleh sekelompok universitas di California dan Kanada yang bermitra dengan China, India dan Jepang.

Aktor Dwayne "The Rock" Johnson juga telah memrotes pembangunan teleskop bulan lalu, ia melakukan kunjungan kejutan ke gunung berapi yang tidak aktif di Hawaii itu.

"Jelas, saya sudah mengikuti ini selama bertahun-tahun sekarang-- lebih lagi karena semuanya telah meningkat baru-baru ini-- tetapi ketika Anda datang ke sini ke Mauna Kea Anda menyadari itu lebih besar dari teleskop," kata Johnson, menurut Hawaii News Now.

"Itu adalah kemanusiaan. Itu adalah budaya. Adalah orang-orang, orang-orang Polinesia, yang rela mati di sini untuk melindungi tanah ini. Tanah yang sangat suci ini."

Menurut Los Angeles Times, puncak gunung berapi dipilih sebagai situs teleskop pada 2009. Pada 2014, pengunjuk rasa mengganggu upacara pemberkatan, dan pada 2015 pengunjuk rasa ditangkap karena memblokir akses ke situs terpencil, menyebabkan konstruksi berhenti.

Beberapa bulan kemudian, ada lebih banyak penangkapan dan kru harus ditarik kembali. Mahkamah Agung Hawaii telah memutuskan bahwa konstruksi itu legal.

Baca juga: Warner Bros garap spin-off "Aquaman" versi horor "The Trench"

 

Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar