500 seniman terlibat "Java International Folklore" di Temanggung

id Ratusan seniman pentas jifolk,jifolk,festival sindoro sumbing

500 seniman terlibat "Java International Folklore" di Temanggung

Festival Sindoro Sumbing (Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Sekitar 500 pelaku seni dari beragam kebudayaan daerah dan mancanegara akan terlibat pentas dalam "Java International Folklore" (Jifolk) di Alun-Alun Temanggung, Jawa Tengah, sebagai rangkaian Festival Sindoro Sumbing.

Direktur Festival Sindoro Sumbing Imam Abdul Rofiq di Temanggung, Jawa Tengah, Jumat mengatakan sejumlah seniman tersebut bakal tampil pada 12-14 Juli 2019 mulai pukul 19.00 WIB sampai selesai.

Ia menuturkan folklore berbentuk seni pertunjukan tersebut berasal dari 11 kota dan 11 negara.

Ia menyebutkan pada Jumat (12/7) malam akan ada lima kesenian yang ditampilkan, yaitu jaran kepang, kubro siswo, dan soreng (Temanggung), kethek ogleng (Wonogiri), dan barong (Bali).

Kemudian malam kedua, Sabtu (13/7) ada sembilan kesenian yang tampil, yaitu wulanggatho, songsong Djoyonegoro, dan jaran kepang (Temanggung), barong (Blora), gandrung (Banyuwangi), saling silang bunyi dan grup SAS (NTT), unen-unen rengel (Tuban), dan seniman Rodrigo Parejo (Spanyol).

Malam ketiga, Minggu (14/7) dengan kesenian topeng ireng, bangilun, jaran kepang, dan kelompok gadis Tegowanuh (Temanggung), lengger calung (Banyumas), patanjala (Bandung), dan ASEAN Contemporary Dance (10 negara ASEAN) akan menutup rangkaian acara.

Baca juga: Seniman Madura pentaskan "Retorika Kerinduan" di Museum Lima Gunung

Imam menyampaikan melalui Jifolk, pelaku seni lokal Temanggung akan mendapatkan wadah untuk membagikan kesenian-kesenian yang selama ini sudah mereka lestarikan kepada masyarakat Temanggung dan sekitarnya.

Ia mengatakan dengan kesempatan ini diharapkan para pelaku seni lokal akan semakin bersemangat dalam berlatih dan mengembangkan kesenian yang telah mereka dalami masing-masing.

Hal ini selaras dengan kesepakatan yang dicapai dalam acara Festival Sindoro Sumbing pada 25-27 Juni 2019, Sarasehan Budaya dan Workshop Kostum Jaran Kepang.

Di samping itu, para pegiat seni dan kebudayaan di Temanggung akan mendapat kesempatan untuk saling bertemu dan belajar dengan pegiat seni dari daerah lain di penjuru Indonesia, bahkan mancanegara.

Rofiq mengatakan kebudayaan daerah akan mampu berkembang seiring perkembangan zaman jika memiliki manajemen dan sumber daya manusia yang baik serta inovasi yang tetap mempertahankan nilai-nilai lokal dan keaslian.

Melalui kesempatan ini, kata Rofiq, para seniman sekaligus penonton diharapkan akan semakin kuat rasa bangga dan cintanya terhadap budaya lokal, sekaligus semakin percaya diri karena kebudayaan lokal dapat bersanding dengan budaya dari daerah dan negara lain, sehingga harus terus dilestarikan. 

Baca juga: 16 seniman performa gerak "Mbuka Lumbung Gunung" di Sungai Senowo
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar