Wisata hutan mangrove Brebes harus digarap serius

id wisata mangrove, brebes

Wisata hutan mangrove Brebes harus digarap serius

Gubernur Jawa Tengah Ganjsr Pranowo mengunjungi kawasan wisata hutan mangrove Brebes, Jawa Tengah, Kamis (21/12/2017). Foto: Wisnu AN

Brebes, Antaranews Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar pengelolaan kawasan wisata hutan mangrove di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, digarap dengan serius sehingga bisa memberikan keuntungan dan manfaat seperti Objek Wisata Umbul Ponggok.

"Kalau saya boleh usul, dana yang masuk ke masyarakat dari `Dewi Mangrove Sari` ini dikelola juga untuk beasiswa bagi keluarga kurang mampu sehingga nantinya semua warga desa di sini bisa berpendidikan tinggi-tinggi, seperti pengelolaan di Umbul Ponggok Klaten," katanya di Kabupaten Brebes, Kamis.

Ganjar juga meminta agar pengelolaan kawasan wisata hutan mangrove yang terletak di pesisir Kabupaten Brebes, tepatnya di bagian hilir Sungai Ponggol itu tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun perorangan, tapi melibatkan semua lapisan masyarakat.

Menurut Ganjar, kebersihan kawasan wisata hutan mangrove harus terus dijaga, sedangkan berbagai kuliner juga harus bersumber dari laut seperti rumput laut, kepiting, kerang.

"Kalau bisa, ceritakan tiap hari mengenai kawasan wisata hutan mangrove ini sehingga banyak orang tahu dan datang kesini, berikan informasi lengkap tentang wisata ini," ujarnya.

Sebelumnya, kawasan pesisir yang memiliki luas sekitar 30 hektare ini mengalami abrasi sejak 1986 sehingga oleh warga ditanami mangrove dan seiring berjalannya waktu, kawasan ini pun dikelola menjadi objek wisata yang kemudian diberi nama "Dewi Mangrove Sari".

Untuk mencapai kawasan wisata hutan mangrove, para pengunjung harus naik perahu yang telah disediakan selama kurang lebih 10 menit dengan tarif Rp15 ribu per orang pada Senin-Jumat, sedangkan Sabtu-Minggu Rp20 ribu per orang.

Uang retribusi masuk kawasan wisata hutan mangrove sebesar Rp1.000 diserahkan ke kas desa, Rp3.000 ke Pemkab Brebes, dan sisanya dikelola oleh masyarakat setempat.

Saat ini, "Dewi Mangrove Sari" ramai dikunjungi wisatawan terutama pada akhir pekan, bahkan untuk lebih menarik wisatawan, dibangun jalur "tracking" yang menyusuri kawasan hutan mangrove.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar