Sophia Latjuba Jubir Ahok-Djarot, Kalau Ahok Maunya Maia

id sophia latjuba jubir ahokdjarot kalau ahok maunya maia

Sophia Latjuba Jubir Ahok-Djarot, Kalau Ahok Maunya Maia

Pasangan petahana Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan), yang kembali maju dalam Pemiluhan Gubernur DKI 2017. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta Antara Jateng - Nama pesohor Sophia Latjuba tercantum sebagai salah satu juru bicara tim pemenangan pasangan petahana Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), untuk Pemilihan Gubernur DKI 2017.

Menanggapi hal tersebut, Ahok justru berseloroh bahwa ia sebetulnya menginginkan Maia Estianty yang menempati jabatan tersebut.

"Kalau enggak salah Sophia Latjuba diusulkan oleh Partai Nasdem atau apa ya, saya lupa, Nasdem kayaknya. Maia enggak masuk dalam partai, itu partai yang usulin. Kalau saya sih maunya Maia ya," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.

Maia memang sempat mengunjungi Ahok baru-baru ini bersama sejumlah pesohor lainnya, dan foto bersama Ahok dan mantan istri Ahmad Dhani itu pun beredar viral serta menjadi perbincangan dunia maya.

Bahkan Ahok sempat berkelakar untuk menjadikan Maia sebagai Cawagub untuk menghadapi Dhani, yang kerap secara terbuka menyuarakan sikapnya yang antipati terhadap Ahok.

Selain nama Sophia Latjuba, politisi ramah bicara Ruhut Sitompul juga tercantum sebagai salah satu juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, yang menurut Ahok berdasarkan usulan pribadi yang bersangkutan.

"Sepertinya beliau yang mengajukan diri ke orang-orang partai, beliau kan dulu juga orang Golkar, dekat dengan orang-orang Golkar," ujarnya.

Ruhut yang berbeda sikap dengan partainya, Partai Demokrat, yang mengusung pasangan cagub-cawagub Agus Harimurty Yudhoyono-Silvyana Murni, menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatan Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan DPP partai tersebut demi mendukung Ahok.

Ahok mengaku dirinya memang tidak turun tangan langsung dalam penyusunan tim pemenangan, kecuali untuk mengintervensi agar hak berjualan merchandise dan pengaturan waktu pertemuan diserahkan kepada Teman Ahok.

Teman Ahok sendiri tidak termasuk dalam tim pemenangan karena tetap teguh pada sikap mereka untuk tidak menyatu dalam tubuh partai politik.

"Saya tidak mengikuti (penyusunan) tim. Saya cuma tanda tangan, semua yang menyusun mereka. Saya ikut aja lah maunya gimana, tapi saya cuma intervensi soal hak Teman Ahok," katanya.
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar