Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di wilayah perkotaan dengan investasi mencapai Rp1,8 miliar sebagai upaya mengatasi darurat sampah di daerah itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Rusmanto di Batang, Rabu, mengatakan bahwa langkah ini sebagai bentuk memodernisasi tata kelola sampah serta mengatasi darurat sampah di daerah.
"Masing-masing lokasi TPS3R dialokasikan dana pembangunan sekitar Rp600 juta yang sudah mencakup infrastruktur bangunan hingga penyediaan alat pengolah sampah," katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah telah memetakan lokasi-lokasi krusial di Kecamatan Batang guna memecah kepadatan sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan sementara.
Tiga lokasi TPS3R yang berada di wilayah Kecamatan Batang yaitu berada di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, dan Proyonanggan Selatan.
Ia mengatakan pemerintah daerah akan melakukan peningkatan status dari tempat pembuangan sampah biasa menjadi TPS3R dengan sentuhan estetika.
"Untuk TPS3R nantinya kita pakai kamuflase agar bangunannya nanti nggak terlihat langsung dari pinggir jalan. Nanti kita kasih seperti tanaman-tanaman untuk memagari," katanya.
Ia mengatakan dengan hadirnya tiga TPS3R baru ini maka setiap lokasi diproyeksikan mampu mengolah hingga 15 ton sampah per hari.
Hal ini, kata dia, akan menjadi solusi ampuh untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir Randu Kuning yang saat ini menerima kiriman 90 ton sampah hingga 100 ton sampah per hari.
"Fungsi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randu Kuning pun akan bertransformasi total seiring dengan larangan praktik pembuangan terbuka. TPA Randu Kuning itu sekarang mau kita ubah dari TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang tumbuhkan kecintaan budaya lokal dan cerita rakyat pada siswa SD