
Mahasiswa Farmasi UMS lolos ke tahap nasional Pilmapres 2026

Solo (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Nandifa Azzahra Salsabila berhasil lolos ke tahap nasional dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2026 setelah melalui seleksi ketat di tingkat wilayah Jawa Tengah dan menjadi Juara 2.
Pada tahap sebelumnya, Nandifa mengusung gagasan kreatif berupa alat pengecekan parameter fisiologis untuk ibu hamil. Inovasi tersebut dirancang untuk memantau kondisi kesehatan ibu secara lebih praktis dan terintegrasi.
Ia menjelaskan alat tersebut mampu mengukur berbagai parameter penting, seperti saturasi oksigen, suhu tubuh, kadar hemoglobin, denyut jantung, tekanan darah, hingga gula darah. Seluruh data yang diperoleh kemudian terhubung dengan aplikasi untuk dianalisis lebih lanjut.
Melalui sistem tersebut, pengguna dapat mengetahui risiko kehamilan sejak dini, seperti anemia, diabetes gestasional, hingga preeklamsia atau hipertensi. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif agar risiko tersebut dapat diminimalkan.
Memasuki tahap nasional, Nandifa dihadapkan pada tantangan baru. Salah satunya tenggat waktu dalam mempersiapkan inovasi dan materi yang harus diselesaikan secara maksimal.
Dalam waktu satu bulan, ia harus menyempurnakan gagasan kreatifnya dengan mengangkat inovasi lain di bidang farmasi, yakni pengembangan sediaan nanoteknologi berupa nanoemulsi untuk penanganan diabetes.
Ia menilai prevalensi diabetes di Indonesia masih tergolong tinggi, sementara pengobatan yang ada sering kali menimbulkan efek samping bagi pasien.
“Tetapi kemudian biasanya obat-obatan itu ada efek sampingnya, efek sampingnya bikin kayak retensi cairan, kemudian juga gangguan gastrointestinal di perut itu, jadi nanti efek sampingnya juga buruk. Untuk menyelesaikan permasalahan itu, makanya dibikin nano dari bahan alam dengan menghantarkan langsung ke bagian yang di targetkan,” kata Nandifa, Kamis.
Melalui pendekatan nanoteknologi tersebut, obat diharapkan dapat bekerja lebih tepat sasaran sehingga efek samping dapat diminimalkan.
Bagi Nandifa, mengikuti Pilmapres bukan semata-mata tentang kompetisi, melainkan bagaimana kontribusi nyata dapat diberikan kepada masyarakat melalui ilmu yang dimiliki.
“Tapi kalau aku pribadi, gimana caranya nantinya setelah jadi Mapres bisa berdampak di masyarakat, entah nanti memperluas cakupan pengabdian masyarakat," ungkapnya.
Ia juga menekankan minat bidang farmasi yang dipelajarinya sangat erat kaitannya dengan penanganan penyakit, khususnya penyakit degeneratif seperti diabetes. Ke depan, ia berharap dapat berperan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong upaya pencegahan penyakit.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Nandifa yang berhasil meraih predikat Juara 2 di tingkat wilayah.
“Prestasi ini bukan sekadar angka atau piala, melainkan bukti nyata dari kualitas akademik, karakter, serta inovasi yang terus kita pupuk di lingkungan kampus,” ungkap Kholid.
Ia menambahkan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa serta dukungan dari dosen pembimbing dan mentor yang mendampingi proses persiapan sejak awal.
DKPTI juga menyadari persaingan di tingkat nasional akan semakin ketat.
“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan intensif guna mematangkan gagasan kreatif, kemampuan bahasa Inggris, serta penguatan portofolio capaian unggulan,” kata dia.
Pihak kampus pun mengajak seluruh civitas academica UMS untuk memberikan doa dan dukungan agar Nandifa dapat menjalani proses seleksi tingkat nasional dengan lancar dan meraih hasil terbaik.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
