
PLTU Batang-Undip manfaatkan limbah batubara untuk pemulihan ekosistem laut

Batang (ANTARA) - PT Bhimasena Power Indonesia selaku pengelola PLTU Batang, Jawa tengah, bersama Universitas Diponegoro Semarang memanfaatkan limbah sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash Bottom Ash yang selama ini dianggap sebagai residu industri sebagai sarana pemulihan ekosistem laut di perairan Karang Sepapang.
External Relation Manager PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Dona Doni Putu Wignya di Batang, Kamis, mengatakan bahwa material tersebut diolah menjadi struktur beton yang disebut Artificial Patch Reef (APR) dan Artificial Fish Apartment yang memiliki daya tarik satwa laut berskala besar dan kokoh di dasar laut.
"Nelayan melaporkan adanya hiu paus, lumba-lumba, dan beberapa jenis hiu yang bermain di sekitar area APR yang kami pasang," katanya.
Inovasi yang diinisiasi oleh PLTU Batang dengan tim akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip) sejak 2020 ini, FABA yang dihasilkan dari proses produksi listrik mulai disulap menjadi beton rekayasa.
Berdasarkan monitoring pada pertengahan 2025, struktur tersebut masih utuh dan menjadi media tumbuh yang efektif bagi terumbu karang.
Menurut dia, proses pertumbuhan karang terjadi secara alami atau disebut natural recruitment.
"Polip-polip karang alami mau menempel di struktur APR yang kami pasang. Artinya, karang tidak hanya berasal dari transplantasi buatan, tetapi juga dari bibit alami yang mencari habitat baru," katanya.
Memasuki tahun 2026, PT BPI berencana menambah 10 unit struktur baru yang didesain lebih kokoh dengan titik pemasangan berada pada jarak sekitar 20 kilometer dari garis pantai atau lebih dari 12 mil laut. T
"Target jangka panjangnya, luas area restorasi bisa mencapai satu hektar," katanya.
Selain aspek ekologi, kata dia, program ini juga menyasar kesejahteraan nelayan setempat karena keberadaan APR yang dihuni ikan—dari jenis kecil hingga besar diharapkan menghasilkan efek limpahan (spillover).
"Ikan-ikan dapat berkembang biak di sana dan pada akhirnya bisa ditangkap nelayan. Tujuannya meningkatkan sumber daya perikanan," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
