Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bekerja sama dengan PLTU Batang mengoptimalkan kemampuan teknis para nelayan agar mampu memperbaiki kapal secara mandiri melalui kegiatan Pelatihan Teknis Perawatan dan Perbaikan Motor Diesel Satu Silinder.

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Senin, mengungkapkan berdasarkan data 37 di antara 722 nelayan memiliki kemampuan teknis memperbaiki mesin kapal secara mandiri sehingga kondisi itu memengaruhi pendapatan maupun aktivitas mereka saat melaut.

"Artinya, jika mesin kapal macet di tengah laut, sebagian besar nelayan masih bergantung pada mekanik dari luar. Ini tantangan besar yang harus kita jawab bersama," katanya.

Pihaknya menargetkan dalam lima tahun ke depan dapat mencetak sedikitnya 500 nelayan yang memiliki keahlian memperbaiki mesin kapal.

"Oleh karena itu, pelatihan teknis bagi 25 nelayan Roban Timur ini dinilai menjadi langkah awal yang strategis. Kami mengapresiasi PT Bhimasena Power Indonesia selaku pemilik PLTU Batang yang mendukung penuh pembiayaan kegiatan ini karena hal ini menjadi bukti nyata industri dan masyarakat bisa berjalan beriringan," katanya.

Ia berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan tidak berhenti pada pelatihan mesin semata, tetapi terus berlanjut dalam upaya menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepada para nelayan yang mengikuti kegiatan itu, dia mengharapkan, memanfaatkan pelatihan selama tiga hari tersebut secara maksimal.

"Serap ilmu dari para narasumber baik dari BPPP Tegal, HNSI, TNI AL, maupun Polairud. Manfaatkan fasilitas dan peralatan yang diberikan untuk mulai merawat mesin kapal secara mandiri," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata mengatakan tujuan pelatihan perawatan dan perbaikan motor disel satu silinder ini untuk meningkatkan kapasitas nelayan kecil di daerah.

"Sasarannya adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam merawat dan memperbaiki mesin kapal, merintis usaha perbengkelan, serta memperluas jaringan dalam mengembangkan usaha perikanan tangkap," katanya.