Pemkot Magelang buka program padat karya libatkan 1.733 warga
Kamis, 8 Agustus 2024 21:32 WIB
Wali Kota Magelang M Nur Aziz memberikan kartu BPJS secara simbolis kepada peserta padat karya. ANTARA/HO-Pemerintah Kota Magelang.
Magelang (ANTARA) - Program padat karya kembali digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, Jawa Tengah, serentak di 17 kelurahan dengan melibatkan 1.733 warga dari rentang usia 30-60 tahun.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Wawan Setiadi, di Magelang, Kamis, menyampaikan padat karya ini dimaksudkan untuk menyediakan lapangan kerja sementara serta mengurangi tingkat pengangguran terbuka dan kemiskinan di wilayah ini.
"Tujuan program ini adalah untuk memberikan pekerjaan sementara kepada warga. Ini salah satu tugas kami untuk mengurangi angka pengangguran terbuka," katanya.
Pekerja padat karya, katanya, dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Lalu ada makan siang, upah Rp60.000 per orang per hari. Upah dihitung berdasarkan kehadiran.
"Jaminan itu agar tidak ada kecemasan atau was-was saat bekerja. Tapi kalau bisa jangan sampai dipakai, berarti sehat semua. Tapi tetap pakai alatnya lebih hati-hati," katanya.
Sasaran lokasi padat karya antara lain fasilitas umum, mata marka jalan utama, dan penataan kampung menjelang peringatan HUT ke-79 RI. Pihaknya menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang.
Pada kesempatan tersebut Wali Kota Magelang M Nur Aziz memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada peserta padat karya. Ia menyampaikan kegiatan padat karya ini sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah tersebut.
"Walaupun belum nyata. Kalau nyata, bekerja terus dia, ini hanya 10 hari. Ke depan akan kita dorong lagi, namanya relawan bekerja," katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Wawan Setiadi, di Magelang, Kamis, menyampaikan padat karya ini dimaksudkan untuk menyediakan lapangan kerja sementara serta mengurangi tingkat pengangguran terbuka dan kemiskinan di wilayah ini.
"Tujuan program ini adalah untuk memberikan pekerjaan sementara kepada warga. Ini salah satu tugas kami untuk mengurangi angka pengangguran terbuka," katanya.
Pekerja padat karya, katanya, dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Lalu ada makan siang, upah Rp60.000 per orang per hari. Upah dihitung berdasarkan kehadiran.
"Jaminan itu agar tidak ada kecemasan atau was-was saat bekerja. Tapi kalau bisa jangan sampai dipakai, berarti sehat semua. Tapi tetap pakai alatnya lebih hati-hati," katanya.
Sasaran lokasi padat karya antara lain fasilitas umum, mata marka jalan utama, dan penataan kampung menjelang peringatan HUT ke-79 RI. Pihaknya menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang.
Pada kesempatan tersebut Wali Kota Magelang M Nur Aziz memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada peserta padat karya. Ia menyampaikan kegiatan padat karya ini sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah tersebut.
"Walaupun belum nyata. Kalau nyata, bekerja terus dia, ini hanya 10 hari. Ke depan akan kita dorong lagi, namanya relawan bekerja," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pondok modern di Magelang ajarkan ilmu entrepreneurship pada siswa lewat coffee shop
07 March 2026 4:14 WIB
Terpopuler - Tenaga Kerja
Lihat Juga
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Klaim Rp 33,8 Miliar kepada PT Selalu Cinta Indonesia di Salatiga
11 March 2026 11:09 WIB
BPJS Ketenagakerjaan gandeng masjid dan RT/RW perluas perlindungan pekerja informal
11 March 2026 9:30 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dan BBPVP Semarang komitmen tingkatkan perlindungan sosial
10 March 2026 10:26 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi gandeng KP2MI pantau pekerja migran asal Jateng di Timur Tengah
06 March 2026 10:30 WIB