
Pondok modern di Magelang ajarkan ilmu entrepreneurship pada siswa lewat coffee shop

Magelang (ANTARA) - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Qiyam di Dusun Gadingsari Desa Mangunsari Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengajarkan ilmu entrepreneurship kepada para siswa lewat coffee shop atau kafe kopi.
Pembimbing Coffee Shop Gontor 5 Ustadz Anggo, Jumat mengatakan program ini dirancang khusus untuk mengisi momentum Ramadhan dengan aktivitas produktif yang memadukan etos kerja, kemandirian, dan nilai-nilai kepesantrenan.
Para santri dilatih untuk mengelola bisnis secara profesional di tengah suasana pegunungan yang asri, menjadikan proses belajar terasa lebih kontekstual dan mendalam.
Ia menekankan setiap tetes kopi yang disajikan oleh para santri adalah proses pembelajaran mental.
“Di lereng Merapi yang dingin ini, kami ingin santri menyalakan api semangat kemandirian dalam jiwa mereka. Coffee shop ini adalah kawah candradimuka. Saya selalu katakan kepada mereka, jangan hanya belajar cara menyeduh kopi, tapi pelajari cara membangun sistem,” katanya.
Ia mengumpamakan bahwa kesuksesan tidak datang instan seperti kopi saset, namun butuh proses roasting ujian dan brewing pengalaman yang konsisten.
Menurut dia, mentalitas tangan di atas harus dipupuk sejak dini.
“Kami mendidik mereka agar berani gagal di laboratorium ini, supaya kelak mereka tangguh di medan yang sebenarnya. Jika hari ini mereka teliti menimbang gramasi kopi, esok mereka akan teliti dalam menjaga amanah umat,” katanya.
Wakil Pengasuh Gontor 5 Magelang Ustadz Imam Haryadi mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pondok yang menekankan kemandirian ekonomi.
“Dunia saat ini membutuhkan muslim yang tidak hanya saleh secara ritual, tapi juga kuat secara ekonomi. Kami tidak sedang sekadar membangun kedai kopi, kami sedang membangun harga diri umat. Saya ingin dari lereng Merapi ini, lahir miliarder-miliarder muslim yang sujudnya lama, yang hartanya menjadi wasilah dakwah, dan yang tangannya terbuka lebar untuk membantu sesama,” katanya.
Ia juga mengingatkan kepada para santri bahwa entrepreneurship adalah bagian dari ibadah.
“Ingatlah, Rasulullah SAW adalah seorang pedagang besar sebelum menjadi Rasul. Coffee shop ini adalah cara kita meneladani sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah dalam dunia bisnis. Jadikan aroma kopi ini sebagai aroma kemandirian. Jangan pernah takut bermimpi besar, karena kalian dididik di sini untuk menjadi pemimpin dunia, bukan sekadar penonton di negeri sendiri,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
