
Pemkot Magelang waspadai potensi kenaikan harga pangan

Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis yang biasa meningkat menjelang Idul Fitri.
"Berdasarkan hasil pemantauan kita, harga bahan kebutuhan pokok di Kota Magelang masih relatif stabil, permintaan masyarakat masih dalam kondisi normal, serta ketersediaan stok dinilai mencukupi," kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Selasa.
Ia mengatakan hal itu setelah mengikuti kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Magelang di Aula Adipura Kencana, Kompleks Kantor Pemkot Magelang yang antara lain dihadiri Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso, pejabat Forkopimda Kota Magelang, dan seluruh kepala OPD Pemkot Magelang.
Sejumlah komoditas pangan yang biasanya mengalami kenaikan harga menjelang Idul Fitru, antara lain cabai, daging sapi, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.
Ia juga menegaskan kesiapan pemkot melaksanakan instruksi Menteri Dalam Negeri yang meminta kepala daerah tetap berada di wilayah masing-masing menjelang dan sesudah Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kita siap menjalankan instruksi Mendagri. Kita tetap 'standby' di sini, kita jaga wilayah Kota Magelang,” katanya.
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 yang mengatur penundaan perjalanan dinas luar negeri bagi gubernur, bupati dan wali kota beserta wakil pada periode 14–28 Maret 2026.
Kebijakan ini agar kepala daerah dapat memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama masa Lebaran.
Ia menyebut kondisi inflasi secara umum masih relatif terkendali. Inflasi nasional pada Februari 2026 tercatat 4,76 persen, sedangkan Provinsi Jawa Tengah 4,43 persen.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Magelang selaku Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Magelang Chrisatria Yonas Nusantrawan Bolla menjelaskan tentang kondisi terkini inflasi, ketersediaan pasokan, serta kesiapan berbagai sektor menjelang Idul Fitri tahun ini.
Strategi pengendalian inflasi daerah, katanya, melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif kepada masyarakat.
Ia menyebut stok kebutuhan pokok di Kota Magelang hingga awal Maret 2026 masih dalam kondisi mencukupi dan distribusi relatif lancar.
"Sehingga pedagang tidak perlu melakukan penimbunan barang," katanya.
Namun demikian, pemantauan harga tetap dilakukan karena beberapa komoditas, seperti telur ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah mengalami kenaikan harga.
Dia mengatakan potensi dinamika menjelang Lebaran, antara lain lonjakan pengunjung pasar menjelang hari raya, munculnya pedagang tiban, serta potensi kemacetan dan peningkatan volume sampah di kawasan pasar.
"Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami telah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari pengaturan pedagang, penguatan keamanan dan pengawasan pasar, hingga pengelolaan parkir dan kebersihan," katanya.
Ia mengatakan berbagai layanan publik juga disiagakan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Lebaran, antara lain kesiapan layanan kesehatan, pengawasan keamanan pangan, pengecekan kelayakan angkutan umum, kesiapsiagaan personel kebencanaan dan layanan darurat di Kota Magelang.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
