
Gubernur Jateng: Banser NU berperan cegah intoleransi

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan keberadaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama berperan mencegah intoleransi dan radikalisme.
"Di tengah kondisi global yang tidak menentu ini, Banser berperan sebagai pendingin agar masyarakat tidak panas," katanya, di Kabupaten Semarang, Kamis.
Dia mengatakan hal itu pada Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdik Binmas, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Tak hanya mencegah intoleransi dan radikalisme, kata dia, Banser juga hadir dalam berbagai kegiatan sosial, hingga memberikan bantuan kebencanaan.
Ia menjelaskan Susbanpim yang diselenggarakan tersebut bukan sekadar pelatihan organisasi dan kepemimpinan, melainkan membentuk kader-kader yang memiliki karakter yang berpegang pada Ahlussunah Wal Jamaah.
Mantan kapolda itu, berpesan kepada para kader Banser agar memiliki kedisiplinan, loyalitas, berwawasan kebangsaan, berjiwa kepemimpinan, dan siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ia juga menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi ke depan semakin besar, di antaranya arus disinformasi dan hoaks di media sosial dapat memicu kesalahpahaman.
Bahkan, kata dia, konflik horizontal; ancaman radikalisme, intoleransi, dan politik identitas juga masih menjadi pekerjaan bersama.
Selain itu, potensi bencana alam yang terjadi di Jateng juga cukup tinggi, mulai dari banjir, longsor, rob, hingga aktivitas gunung api.
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan tidak ada peradaban dan organisasi maju tanpa membangun sumber daya manusia
Ia mengatakan transformasi kaderisasi Ansor menjadi salah satu cara untuk peningkatan sumber daya manusia.
"Ke depan sahabat Ansor berdaya guna dan bermanfaat dengan segala kemampuan untuk pribadi, keluarga, dan masyarakat di daerahnya. Juga beradaptasi dengan perubahan lokal," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
