
Batang perkuat gerakan literasi "Sak Minggu Sak Buku"

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah terus memperkuat gerakan literasi melalui program Sak Minggu Sak Buku (satu minggu satu buku) dengan mengajak ribuan aparatur sipil negara (ASN) untuk mendonasikan buku bacaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang Budiono di Batang, Kamis, mengatakan bahwa buku yang dihimpun harus memenuhi ketentuan seperti berupa buku bacaan anak bermutu, bukan buku pelajaran, serta dalam kondisi baik dan layak baca.
"Nantinya buku-buku ini akan kami distribusikan ke perpustakaan desa dan kelurahan, sekolah, serta taman bacaan masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas," katanya.
Ia berharap program ini tidak sekadar kegiatan seremonial atau berhenti sebagai gerakan sesaat tetapi mampu berjalan secara konsisten dan berkelanjutan dalam membentuk budaya literasi masyarakat.
"Saya berharap program Sak Minggu Sak Buku yang didukung dengan satu aparatur sipil negara mendonasikan satu buku benar-benar bermanfaat. Harus konsisten dan berkesinambungan," katanya.
Ia mengatakan gerakan literasi itu tidak instan namun harus dibiasakan sampai menjadi karakter karena dampaknya akan terlihat dalam jangka panjang.
"Mungkin (manfaatnya) tidak sekarang, bisa satu tahun, dua tahun, bahkan lima sampai sepuluh tahun ke depan baru akan terlihat hasilnya," katanya.
Komitmen gerakan literasi ini dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Batang Nomor 7 Tahun 2026 tentang Hibah Buku Satu ASN Satu Buku Bacaan Anak Bermutu.
Bunda Literasi Kabupaten Batang Faelasufa Faiz Kurniawan mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilai strategis dalam memperluas akses literasi, terutama bagi anak-anak.
"Para ASN sangat antusias, mereka rela berdonasi buku. Alhamdulillah sudah terkumpul sekitar 8.500 buku, ini tentunya bermanfaat terutama bagi anak-anak di desa-desa terpencil di daerah," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
