
Pemkab Batang sebut 12 kecamatan telah mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menginformasikan sebanyak 12 dari 15 kecamatan di daerah itu telah mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa program berskala nasional lewat Perum Bulog ini menyasar total 104.140 keluarga yang sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Ya, target distribusi bantuan pangan sebenarnya selesai Mei 2026. Akan tetapi karena ada sempat beberapa kendala dari kemasan plastik maka distribusi sedikit terhambat sehingga menyisakan ada tiga kecamatan yang kini belum sepenuhnya menerima bantuan pangan itu," katanya.
Ia mengatakan petugas di lapangan masih berkejaran dengan waktu untuk menuntaskan sisa wilayah yang belum tersentuh sepenuhnya.
"Sampai sekarang masih berlangsung. Ada 12 kecamatan yang sudah selesai, tinggal tiga kecamatan lagi yang belum yaitu Bandar, Bawang dan Subah," katanya.
Ia yang didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan Sumiati mengatakan meski sempat tersendat urusan kemasan plastik, pihaknya komitmen menyalurkan bantuan pangan tetap menjadi prioritas.
"Bagaimanapun isi di dalam kemasan tersebut amat dinantikan masyarakat yang berhak. Setiap keluarga penerima manfaat dijadwalkan membawa pulang paket pangan rapelan untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 sekaligus," katanya.
Menurut dia, para penerima bantuan pangan ini akan mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Pemkab bersama Perum Bulog, kata dia, bergerak secara kaku dan transparan mengikuti regulasi data kemiskinan yang telah diverifikasi di tingkat pusat.
"Data penerima itu berdasarkan DTKS, jadi kami menyalurkan sesuai data yang sudah diterima. Kami berharap bantuan pangan ini bisa sedikit meringankan beban pengeluaran rumah tangga masyarakat," katanya.
Tahun 2026 ini membawa berkah tersendiri bagi wilayah Kabupaten Batang. Jika berkaca pada periode sebelumnya, jumlah bantuan yang menggelinding ke daerah ini justru melompat sangat signifikan.
Kenaikan kuota yang menyentuh angka hingga 70 persen menjadi sinyal bahwa perhatian pusat terhadap ketahanan pangan di Batang kian menguat.
“Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Batang mendapatkan alokasi yang cukup banyak dibanding tahun 2025. Ada kenaikan sekitar 60 sampai 70 persen,” pungkas Sumiati.
Baca juga: Pemkab Batang menyita11.180 batang rokok ilegal dan denda Rp25,4 juta
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
