Logo Header Antaranews Jateng

Gerakan Pangan Murah jaga daya beli warga

Sabtu, 7 Maret 2026 11:25 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (tengah) berada di tengah kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kebun Bibit Senopati Kota Magelang, Jumat (6/3/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menjelaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat, terutama selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Alhamdulillah, hari ini (6/3) kita awali Gerakan Pangan Murah bareng-bareng dengan kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Dalam waktu dekat juga akan ada lagi di Kota Magelang, tanggal 11–12 Maret 2026 kita laksanakan kembali,” katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu saat pencanangan GPM oleh Gubernur Jateng Ahmad Lutfi secara daring, diikuti 35 kabupaten dan kota di provinsi setempat pada Jumat (6/3).

Di Kota Magelang, kegiatan itu berlangsung di Kebun Bibit Senopati Kota Magelang, diikuti masyarakat dengan antusias. Mereka membeli berbagai kebutuhan dengan harga lebih murah ketimbangan pasaran umum.

Ia menyebut kondisi ekonomi di daerah setempat menunjukkan tren positif.

Ia menyebut dukungan pemkot setempat terhadap GPM secara serentak di Jateng tahun ini karena berguna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama di daerah setempat.

Kegiatan serupa, ujar dia, akan terus dilakukan secara berkala untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih murah ketimbang di pasaran umum.

Gubernur Jateng Ahmad Lutfi menyatakan GPM salah satu langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau, terutama selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Gerakan Pangan Murah ini harus menjadi model agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harganya terjangkau,” katanya.

Ia mengatakan bahwa menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri, kebutuhan pangan diperkirakan meningkat seiring dengan tingginya arus mudik ke Jawa Tengah.

Data menunjukkan sekitar 17,7 juta pemudik diprediksi pulang ke provinsi ini sehingga kebutuhan pangan diperkirakan bertambah sekitar 3,49 persen.

GPM serentak ini menyediakan berbagai komoditas strategis, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, dan cabai dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026