Logo Header Antaranews Jateng

GPM digelar di 177 kelurahan di Semarang

Rabu, 11 Maret 2026 23:22 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng M. Noor Nugroho, dan jajaran forkompinda saat peluncuran Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 177 kelurahan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti secara resmi membuka Bazar Ramadhan dan GPM, yang berlangsung di halaman Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu.

Menurut dia, GPM terus digencarkan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis di pasar.

"Harapannya harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Dan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau," katanya.

Ia mengakui bahwa pemerintah tidak bekerja sendiri sehingga menggandeng berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, perusahaan, hingga lembaga keuangan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan murah.

Bazar Ramadhan yang berlangsung pada 11-12 Maret 2026 itu melibatkan puluhan pelaku usaha, yakni 37 gerai dari CSR perusahaan, serta 47 pelaku UMKM unggulan Kota Semarang.

Selain menyediakan berbagai produk pangan dengan harga murah, panitia juga menyalurkan 2.834 kupon tebus murah sembako kepada masyarakat melalui masing-masing kecamatan.

Ia berharap program tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah fluktuasi harga bahan pangan.

"Ada sekitar 240 titik GPM yang kami canangkan, termasuk yang terpusat di Balai Kota dan yang tersebar di 177 kelurahan. Upaya ini agar akses pangan murah bisa menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng M. Noor Nugroho mengatakan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya melalui operasi pasar, tetapi juga melalui penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

"Kami melakukan berbagai upaya dari sisi produksi hingga distribusi. Dari hulu kami memberikan pelatihan kepada petani, menyediakan alat dan mesin pertanian, hingga membantu proses pengolahan hasil panen," katanya.

Menurut dia, dukungan juga diberikan pada tahap pascapanen, seperti penyediaan fasilitas penggilingan padi dan alat pengering hasil pertanian.

"Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas serta menjaga pasokan pangan di pasar," katanya.

Ia menambahkan bahwa GPM serentak tidak hanya digelar di Kota Semarang, tetapi juga dilaksanakan di berbagai daerah di Jateng.

"Gerakan pangan murah ini dilaksanakan serentak di 177 kelurahan di Kota Semarang dan juga di 31 kabupaten dan kota di Jateng sejak 6 Maret 2026," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026