Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng telah menggelar 333 gerakan pangan murah

Jumat, 6 Maret 2026 14:56 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tercatat telah menggelar gerakan pangan murah (GPM) sebanyak 333 kali selama periode Januari-Maret 2026, atau melampaui target 308 kali yang dicanangkan untuk triwulan pertama.

"Sampai dengan kemarin, GPM sudah terlaksana 333 kali. Artinya sudah melebihi dari target," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Dyah Lukisari di Semarang, Jumat.

Hal tersebut Dyah sampaikan dalam acara pembukaan Gerakan Pangan Murah serentak yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Menurut dia, pelaksanaan GPM tersebut dimaksudkan untuk meredam peningkatan harga bahan pokok, apalagi seperti sekarang menjelang Lebaran.

Karena itu, ia mengatakan gerakan pangan murah masih akan terus dilakukan oleh Pemprov Jateng, salah satunya dengan meluncurkan GPM serentak yang digelar di 35 kabupaten/kota.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan diikuti secara daring oleh 31 kabupaten/kota se-Jateng.

Sedangkan empat daerah lainnya yakni Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal sudah menggelar GPM lebih awal pada Kamis (5/3).

Adapun komoditas yang disalurkan dalam GPM serentak itu, antara lain beras dengan total 74 ton, gula pasir 7.250 kilogram, minyak goreng 21.000 liter, telur ayam ras 11.500 kilogram, dan bawang putih 3.400 kilogram.

"Sejauh ini GPM yang dilakukan di Provinsi Jateng sudah bagus. Ini semua berkat dukungan Pak Gubernur, Bank Indonesia Perwakilan Jateng dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi GPM yang dilakukan di bawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan Jateng itu.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok penting dengan harga terjangkau, serta menekan inflasi.

"Ini menjadi model bagi kita agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat kita," katanya.

Sejauh ini, lanjut dia, harga bahan pokok penting di Jateng relatif stabil, dan lonjakan harga tercatat hanya terjadi pada komoditas cabai.

Harga rata-rata komoditas cabai di tingkat konsumen sekitar Rp81.000 per kilogram atau lebih tinggi 42,2 persen dari harga acuan pemerintah (HAP) sebesar Rp57.000 per kilogram.

Baca juga: Satgas Pangan Kudus penjual sidak parsel Lebaran



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026