
Gubernur Jateng: Bawang merah Brebes masih jadi andalan

Brebes (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan produk bawang merah asal Kabupaten Brebes masih menjadi andalan pasar domestik maupun internasional sehingga para petani tidak perlu khawatir dengan beredarnya bawang bombai mini di pasar lokal.
"Nggak usah khawatir, Brebes itu bawang merahnya justru yang dicari-cari sampai negara lain," kata Ahmad Luthfi di Brebes, Kamis.
Menurut dia, bawang merah asal Brebes menjadi acuan untuk pengembangan di daerah-daerah lain meski di tengah serbuan komoditas itu dari daerah lain.
"Ini artinya bawang merah di tempat kita masih ditakuti daerah lain," kata Ahmad Luthfi pada acara Selapanan Bareng Gubernur untuk Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Swasembada Pangan di Kabupaten Brebes, Kamis.
Ia mengatakan fokus pembangunan Jawa Tengah pada 2026 adalah swasembada pangan dengan tujuan mengukuhkan daerah ini menjadi salah satu lumbung pangan dan penumpu pangan ketahanan nasional.
Secara tidak langsung, kata dia, kepala daerah baik itu bupati dan wali kota termasuk Brebes harus memetakan bagaimana 2026 ikut serta sebagai lumbung pangan nasional.
"Tahun lalu Jawa Tengah dapat memproduksi padi sampai 9,4 juta ton dengan luas lahan 1,5 juta hektare. Tahun ini harus bisa minimal terpenuhi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG)," katanya.
Ahmad Luthfi mengatakan tahun ini tantangan sektor pertanian ke depan adalah adanya kemarau yang diprediksi akan panjang sehingga setiap daerah harus mulai memetakan potensi kekeringan dan mana saja yang memerlukan intervensi pompanisasi maupun sumur.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan sekitar 60 persen produksi bawang merah Provinsi Jawa Tengah disumbang oleh Kabupaten Brebes sedangkan untuk nasional kontribusinya sekitar 20 persen.
Badan Pangan Nasional menyebutkan Kabupaten Brebes sebagai barometer produksi bawang merah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun pasar ekspor.
"Bawang merah kami tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional saja tetapi juga sudah menembus pasar ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia dan Singapura," katanya.
Ia menyebutkan produksi padi di Brebes pada 2025 mampu mencapai sekitar 600 ribu ton sehingga siap menjaga posisi lumbung pangan Jawa Tengah.
"Kemudian, pemerintah daerah juga telah menerbitkan surat edaran yang melarang peredaran bawang bombai mini. Surat edaran tersebut untuk menjaga bawang merah asli Brebes tetap menjadi raja di rumah sendiri dan tahan dari gempuran bawang bombai mini," katanya.
Baca juga: 3.000 ASN di Brebes terancam sanksi akibat presensi fiktif
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
