Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng dukung pembentukan Forum Santri Anak cegah kekerasan di ponpes

Senin, 25 Mei 2026 20:55 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menerima audiensi pengurus Forum Santri Anak (Forsan) Jateng, di Semarang, Senin (25/5/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendukung pembentukan Forum Santri Anak di 35 kabupaten/kota sebagai salah satu upaya mencegah kekerasan dan perundungan di lingkup pondok pesantren.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen , di Semarang, Senin menyambut baik pembentukan Forum Santri Anak yang sebagai langkah penting dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi jajaran pengurus Forum Santri Anak Jawa Tengah (Forsan Jateng).

Ia menilai tantangan kekerasan terhadap anak saat ini semakin kompleks dan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di lingkungan sosial maupun keluarga.

"Kekerasan anak sekarang muncul di banyak tempat, bahkan sampai tingkat TK dan SD. Ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi di pondok pesantren," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Karena itu, ia berharap Forum Santri Anak dapat menjadi mitra pemerintah dalam membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Menurut dia, forum tersebut perlu memperluas jejaring hingga seluruh kabupaten/kota di Jateng, serta berkolaborasi juga dengan organisasi kepesantrenan lain dalam penguatan edukasi perlindungan anak.

"Dengan adanya Forum Santri Anak ini, saya berharap pesantren-pesantren bisa semakin aktif mencegah kekerasan dan membangun budaya saling menjaga antar-santri," kata putra mendiang ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu.

Ketua Forsan Jateng Farel Alfariz menjelaskan forum tersebut dibentuk untuk memenuhi hak-hak anak dan santri di pondok pesantren, baik hak pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan dari kekerasan dan perundungan.

"Forum ini menjadi pelopor dan pelapor. Kalau tidak ada yang memulai, maka tidak akan bergerak. Insya Allah forum ini akan menjadi wadah aspirasi santri terkait berbagai problematika di pesantren," kata santri Ponpes Darul Falah Jepara itu.

Wakil Ketua Forsan, Nabila menambahkan organisasi tersebut merupakan forum santri anak pertama di Indonesia di tingkat provinsi.

Para pengurusnya telah mendapatkan pembekalan terkait konvensi hak anak, pendidikan keterampilan hidup, hingga konsep pelopor dan pelapor dalam perlindungan anak.

Dalam audiensi itu, Forsan Jateng memaparkan sejumlah program kerja 2026–2027, baik internal, meliputi pengukuhan kepengurusan dan peningkatan kapasitas anggota melalui seminar dan pelatihan daring maupun luring.

Kemudian program eksternal, meliputi pembentukan Forum Santri Anak di 35 kabupaten/kota, Safari Santri atau “Forsan Goes to School”, survei anak santri Jateng, hingga program edukasi melalui siaran langsung media sosial dan webinar.

"Nanti kami akan berkunjung ke pesantren-pesantren untuk saling mengedukasi tentang pesantren ramah anak dan pencegahan bullying maupun kekerasan," kata santriwati Ponpes An-Nawawi Berjan Purworejo.




Baca juga: Deretan artis meriahkan "Road To Kilau Raya Kota Semarang"



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026