Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng latih keterampilan kerja gratis

Selasa, 26 Mei 2026 22:48 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau pelatihan keterampilan kerja di Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Disperindag Jateng, Semarang, Selasa (26/5/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat dari keluarga tidak mampu, miskin, maupun penyandang difabel melalui Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (Biptak).

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa, menjelaskan para peserta pelatihan selanjutnya disalurkan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan mitra.

Biptak berada di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng.

Pada Mei 2026, ada sekitar 300 peserta yang diberikan pelatihan sebagai operator garmen dan alas kaki, didukung oleh Baznas Jateng, PLN Jateng, serta para perusahaan mitra.

"Satu angkatan kita melatih 300 orang. Kegiatan ini bagi anak-anak kita yang kurang mampu, termasuk disabilitas juga dilatih di sini, dan mereka semua siap kerja di 11 perusahaan mitra," katanya saat meninjau Biptak.

Luthfi menyempatkan meninjau secara langsung proses pelatihan tersebut dan sempat juga sempat berdialog dengan para peserta.

Ia menjelaskan program pelatihan dari Biptak merupakan upaya Pemprov Jateng dalam mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran terbuka.

Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jateng pada Februari 2026 sebesar 4,24 persen, dan saat ini sekitar 481 ribu tenaga kerja telah terserap industri.

Selain itu, program tersebut juga untuk mendukung iklim investasi yang sedang bergeliat di Jateng, dan pelatihan itu ditujukan agar peserta sudah siap pakai di industri padat karya.

"Di sini sudah dilatih cara membikin pakaian, cara ngedol (jual) sepatu, cara menjahit dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Jateng July Emmylia mengatakan bahwa peserta selama 20 hari pelatihan tidak dipungut biaya sama sekali, bahkan justru diberi fasilitas makan dan tempat menginap, juga antar-jemput ke perusahaan mitra.

"Selesai pelatihan langsung kami tempatkan di perusahaan. Mereka menjadi karyawan tetap dengan gaji upah minimum kabupaten/kota (UMK)," katanya.

Kebutuhan tenaga kerja terlatih dari Biptak sekitar 5.000 orang per tahun, namun dari kapasitas alat maupun infrastruktur baru dapat memenuhi sekitar 3.000 orang yang terbagi dalam beberapa angkatan.

"Kapasitas kami 3.000 orang, anggaran kami melatih hanya 300 orang, maka dibantu oleh CSR. Hampir 700 orang kami kerja sama dengan PT Mas Arya, total bisa melatih dengan menggunakan tempat kami sebanyak 960 orang," katanya.




Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026