Logo Header Antaranews Jateng

80 persen tenaga kerja lokal asal Batang ikut pelatihan ke China

Rabu, 25 Februari 2026 22:13 WIB
Image Print
Sejumlah pekerja menggunakan alat berat menyelesaikan pekerjaannya dalam pembangunan salah satu bangunan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (15/12/2025). Menteri koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) turut menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang dan Kendal dengan catatatan kinerja ekonomi tumbuh hingga 8 persen jauh di atas rata-rata provinsi maupun nasional. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/bar

Batang (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Jawa Tengah, yang merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa menginformasikan bahwa sekitar 80 persen tenaga kerja lokal asal Kabupaten Batang mendapatkan pelatihan jangka pendek ke China.

Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki di Batang, Rabu, mengatakan bahwa program ini mencerminkan model investasi berkualitas yang dikembangkan di kawasan.

"Investasi yang kami dorong di KEK Industropolis Batang, bukan hanya membangun fasilitas produksi tetapi juga membangun kapasitas manusia di dalamnya," katanya.

Menurut dia, pengiriman tenaga kerja lokal untuk pelatihan langsung di negara asal investor menunjukkan adanya transfer teknologi dan berbagi pengetahuan yang nyata yang menjadi pondasi daya saing industri jangka panjang.

Saat ini, kata dia, sebagian besar operasional perusahaan dijalankan oleh tenaga kerja lokal sedangkan posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari proses transisi dan alih keahlian.

"Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia. Program pengiriman tenaga kerja ke China ini memperkuat posisi KEK Industropolis sebagai kawasan industri strategis yang tidak hanya menarik investasi manufaktur berteknologi tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi dan peningkatan daya saing SDM lokal secara berkelanjutan," katanya.

HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia Agnes Galih mengatakan pelatihan dilakukan langsung di fasilitas China karena seluruh sistem produksi, mesin, teknologi, bahan baku, dan trainer masih terpusat berada di negara itu.

"Karyawan perlu memahami proses produksi secara menyeluruh, termasuk standar operasional, sistem teknologi, serta budaya kerja dan disiplin perusahaan. Dengan demikian, saat fasilitas mulai beroperasi, mereka telah siap bekerja sesuai standar global," katanya.

PT Ace Medical Products Indonesia mengirimkan 156 karyawan Indonesia untuk mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, China.

Program pelatihan ini dilaksanakan dalam dua gelombang yakni periode I pada November 2025–Februari 2026 dan periode II pada Maret–Juni 2026.

"Dari total peserta, 117 orang atau sekitar 80 persen merupakan tenaga kerja asal Batang. Ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal sejak awal fase operasional," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026