Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur prioritaskan pemerataan pembangunan di wilayah utara hingga selatan Jateng

Selasa, 19 Mei 2026 08:15 WIB
Image Print
(Dari kiri ke kanan) Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Arinugroho, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menghadiri acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Wilayah Banyumas Raya di Pendopo Dipayudha Adigraha Kabupaten Banjarnegara, Jateng, Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Banjarnegara, Jateng (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi memprioritaskan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jateng agar pertumbuhan antardaerah berjalan lebih seimbang, baik di kawasan utara maupun selatan sesuai karakter, potensi, dan tantangan masing-masing daerah.

Ia mengatakan hal itu saat menghadiri Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 wilayah Banyumas Raya (Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara) di Pendopo Dipayudha Adigraha Kabupaten Banjarnegara, Senin, sebagai forum penyusunan arah pembangunan berbasis kebutuhan riil pemerintah kabupaten dan kota.

Menurut dia, wilayah utara dan selatan Jateng memiliki karakteristik serta persoalan pembangunan yang berbeda, sehingga membutuhkan perhatian dan kebijakan yang disusun berdasarkan kondisi di lapangan.

Oleh karena itu, kata dia, Rembug Pembangunan menjadi ruang untuk menyerap aspirasi daerah agar kebijakan pembangunan provinsi tidak hanya disusun dari atas, melainkan melalui sinergi seluruh tingkatan pemerintahan.

"Kenapa Jawa Tengah harus kita rembug dan harus kita bicarakan, agar ini nanti menjadi policy (kebijakan) bersama. Sehingga dalam membangun Provinsi Jawa Tengah bisa setarikan (satu tarikan) napas, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan dalam rangka mengintegrasikan dengan pemerintah pusat," katanya.

Gubernur Luthfi menegaskan pembangunan Jateng membutuhkan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkecil kesenjangan antarwilayah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Arinugroho mengatakan wilayah selatan Jateng memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mulai dari sektor pangan, energi, pariwisata, hingga ekonomi syariah.

Akan tetapi, kata dia, kawasan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait infrastruktur dan angka kemiskinan di beberapa daerah yang masih perlu terus ditekan.

Terkait dengan hal itu, DPRD Jawa Tengah mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menggelar Rembug Pembangunan sebagai forum penyelarasan program antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota.

"Atas nama DPRD, penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan pagi ini," katanya menegaskan.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah terus menunjukkan kemajuan, bahkan tingkat kemantapan jalan telah mencapai sekitar 97 persen dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Meskipun demikian, dia mengatakan pembangunan wilayah selatan masih membutuhkan perhatian lebih agar keseimbangan pembangunan antara kawasan selatan dan utara Jawa Tengah dapat terus diwujudkan.

"DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jawa Tengah selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama. Semoga kita betul-betul bisa menjalankan ngopeni (menjaga);dan ngelakoni (melakukan)," kata Setya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026