Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng siapkan RSMS jadi pusat layanan kesehatan regional perkuat Banyumas Raya

Minggu, 17 Mei 2026 19:28 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan pengarahan di Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (17/5/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, sebagai pusat layanan kesehatan regional guna memperkuat akses dan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat di wilayah Banyumas Raya.

Setelah meninjau RSMS Purwokerto, Minggu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan rumah sakit milik Pemprov Jateng tersebut diproyeksikan menjadi hub layanan kesehatan yang didukung rumah sakit pemerintah maupun swasta di kabupaten/kota sekitar melalui penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor.

"Jadi hub-nya itu RSUD Margono Soekarjo, supporting-nya rumah sakit di sekitarnya," katanya didampingi Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno.

Ia mengatakan penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu orientasi pembangunan di Jateng.

Menurut dia, hal itu disebabkan sektor kesehatan merupakan layanan dasar yang berpengaruh langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Jadi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal paling dasar salah satunya adalah kesehatan, tentunya di samping faktor lain," katanya.

Selain itu, dia mengharapkan, RSMS memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi hingga rumah sakit milik pemerintah daerah maupun swasta di wilayah sekitar, termasuk dalam mendukung program dokter spesialis keliling (Speling).

Menurut dia, program tersebut terbukti efektif menghadirkan layanan kesehatan hingga pelosok desa sehingga perlu didukung seluruh dokter spesialis tanpa harus menunggu instruksi dari pemerintah provinsi.

"Masyarakat di tingkat bawah, di desa, itu lebih mengharapkan hadirnya dokter ke kampung. Jadi saya ingin dorong seluruh dokter spesialis, tidak usah menunggu instruksi gubernur atau kepala dinas. Langsung jalan dan ada evaluasi," katanya.

Direktur RSMS Purwokerto dr Heri Dwi Purnomo mengatakan rumah sakit tersebut sekarang didukung 2.204 karyawan yang terdiri atas 154 dokter, 847 perawat dan bidan, 519 tenaga medis lainnya, serta 683 tenaga non-medis.

Menurut dia, RSMS memiliki sejumlah layanan unggulan di antaranya bedah saraf, layanan jantung, uronefrologi, serta layanan maternal dan perinatal.

“Hingga April 2026, jumlah pasien yang telah dilayani mencapai 9.888 pasien instalasi gawat darurat, 134.632 pasien rawat jalan, dan 17.698 pasien rawat inap,” katanya..

Ia mengatakan dari jumlah tersebut, 38 persen peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), 55 persen BPJS Kesehatan non-PBI, enam persen pasien umum, dan satu persen lainnya melalui skema pembiayaan lain.

Berdasarkan asal pasien, 42 persen berasal dari Kabupaten Banyumas, 16 persen dari Cilacap, 13 persen dari Purbalingga, tujuh persen dari Banjarnegara, enam persen dari Brebes, satu persen dari Wonosobo, satu persen dari Tegal, dan sisanya sebanyak delapan persen dari daerah lainnya (termasuk sebagian wilayah Priangan Timur, Jawa Barat).

"Rata-rata kunjungan rawat jalan mencapai 1.432 pasien per hari," kata Heri.



Baca juga: Gubernur Jateng siap bantu revitalisasi Pasar Wage Purwokerto



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026