Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur Jateng siap bantu revitalisasi Pasar Wage Purwokerto

Minggu, 17 Mei 2026 15:41 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (dua dari kiri) berbincang dengan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kanan) serta Kepala DPKUKM Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi (dua dari kanan) terkait revitalisasi dan penataan Pasar Wage Purwokerto, Banyumas, Minggu (17/5/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap membantu revitalisasi Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, sebagai upaya mendukung penataan pasar tradisional agar semakin tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi seusai meninjau Pasar Wage Purwokerto, Banyumas, Minggu, mengatakan revitalisasi akan dilakukan secara bertahap dengan menyelesaikan sejumlah bagian pasar yang masih membutuhkan penataan.

"Kita akan melakukan revitalisasi pasar yang dulu waktu saya datang ke sini sudah mulai tertata. Tinggal 20 los yang sebelah kiri, nanti Pak Bupati koordinasi dengan saya," katanya.

Menurut dia, percepatan revitalisasi diperlukan agar seluruh area pasar dapat tertata lebih baik, termasuk bagian bangunan lantai atas yang sebelumnya terdampak kebakaran.

"Kita segera revitalisasi biar nanti tertib. Terus yang kedua atasnya itu kan bekas kebakaran. Itu kalau tidak segera dirawat, nanti justru jadi potensi untuk para pedagang kita," katanya.

Menurut dia, dukungan revitalisasi Pasar Wage tersebut tidak menutup kemungkinan akan diakomodasi dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 atau diusulkan kepada Kementerian Perdagangan.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Banyumas yang dinilai berhasil melakukan penertiban kawasan pasar sehingga aktivitas perdagangan kini lebih tertata dibandingkan sebelumnya.

Sebelumnya, kata dia, sebagian pedagang pada umumnya memilih berjualan di area luar pasar karena dinilai lebih mudah menjangkau pembeli, sehingga penataan dan penyediaan akses yang memadai menjadi kebutuhan penting.

Ia menilai perubahan yang terjadi di Pasar Wage menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menata pusat perdagangan rakyat.

"Saya dulu pernah datang ke sini dan sekarang sudah berubah. Top," kata Gubernur Luthfi.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengaku telah menyampaikan langsung rencana penataan lanjutan Pasar Wage kepada Gubernur Jawa Tengah, termasuk pembukaan akses baru dari sisi selatan.

"Hari ini (17/5) kebetulan Pak Gubernur tadi ikut lari dalam ajang Purwokerto Half Marathon 2026, kemudian saya matur (bilang) soal Pasar Wage, beliau langsung ke sini. Kami ingin Pasar Wage menjadi pasar yang lebih tertib," katanya.

Menurut dia, pintu utama pasar direncanakan dipindah menghadap ke sisi selatan untuk memperlancar akses pengunjung maupun distribusi barang.

"Kemudian rencananya ke depan, pintu hadap Pasar Wage itu saya pindah ke selatan," katanya.

Ia mengatakan pembebasan lahan untuk akses baru tersebut direncanakan dibiayai melalui APBD Kabupaten Banyumas dengan kebutuhan anggaran hampir Rp30 miliar.

"Nanti kita bebaskan lahannya dari APBD kabupaten. Nilainya hampir Rp30 miliar," katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Kementerian Perdagangan untuk membantu renovasi area lantai dua Pasar Wage yang hingga kini belum dimanfaatkan kembali setelah terdampak kebakaran.

Ia mengatakan area tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi pusat kuliner malam sebagai upaya meningkatkan daya tarik Pasar Wage di luar jam operasional pasar.

"Saya ingin ini jadi pusat kuliner malam. Itu baru ide, tapi potensinya ada," kata Sadewo..



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026