
Gubernur : PHM 2026 perkuat wisata olahraga dan ekonomi daerah

Purwokerto (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menilai ajang Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026 di Menara Teratai, Purwokerto, Banyumas, Minggu, menjadi momentum memperkuat sport tourism (wisata olahraga) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Usai mengikuti PHM 2026 Gubernur Jareng mengatakan ajang olahraga lari kini tidak sekadar kompetisi, melainkan telah berkembang menjadi gaya hidup masyarakat yang berdampak pada sektor kesehatan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pariwisata daerah.
"Half marathon di Purwokerto ini sangat kami apresiasi. Di Provinsi Jawa Tengah, half marathon merupakan suatu style, gaya hidup, sekaligus kebutuhan masyarakat," katanya.
Menurut dia, penyelenggaraan kegiatan lari memberi efek berganda terhadap berbagai sektor karena mampu menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Ia mengatakan keberadaan pelaku UMKM di sekitar arena kegiatan turut merasakan manfaat dari tingginya jumlah peserta dan pengunjung yang datang selama pelaksanaan kegiatan.
Selain itu antusiasme peserta dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa PHM telah menjadi magnet baru bagi pengembangan wisata olahraga di Jateng.
"Terbukti ini ada yang dari Riau, ada yang dari Kepri sampai datang ke sini. Artinya ini merupakan gaya hidup yang perlu kita wadahi. Tidak hanya di Purwokerto, bahkan daerah lain sudah menjamur terkait maraton," ucapnya.
Ia menilai tren maraknya lomba lari di berbagai daerah menandakan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas olahraga yang dapat dilakukan bersama keluarga tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang sosial.
"Di sini satu sama lain saling berkomunikasi, yaitu untuk sehat," katanya.
Terkait penguatan sektor pariwisata, dia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jareng mengembangkan potensi wisata melalui Program 1.000 Desa Wisata yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota di provinsi itu.
Ia mengaku telah menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk menetapkan desa wisata yang memiliki potensi unggulan agar dapat dikembangkan menjadi destinasi baru yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain itu, kata dia, Jateng memiliki tiga kawasan aglomerasi wisata utama, yakni Borobudur, Kopeng, dan Rawapening, yang terus diperkuat dengan pengembangan wisata budaya, kuliner, serta berbagai destinasi pendukung lainnya.
Pihaknya tengah mengembangkan konsep wisata ramah muslim dengan menyiapkan fasilitas pendukung, seperti restoran halal, tempat ibadah, serta konektivitas dengan pasar wisata dari negara-negara rumpun Melayu seperti Malaysia.
"Sehingga Jateng menjadi salah satu desain nasional wisata yang harus terus kita galakkan di samping investasi," katanya.
Di sektor investasi, ia mengatakan Pemprov Jateng terus mempermudah proses perizinan melalui sistem pelayanan terpadu berbasis one gate system (sistem satu pintu) di kawasan industri guna meningkatkan daya tarik investasi di berbagai daerah.
Saat ini, kata dia, Jawa Tengah memiliki 12 kawasan industri yang tersebar di sejumlah daerah, termasuk Banyumas, Cilacap, Kebumen, dan Sragen, untuk mempermudah investor dalam merealisasikan investasinya.
"Kita kawal investor agar tidak mengalami kendala dalam proses perizinan, sehingga mereka tertarik berinvestasi di Jawa Tengah," kata Gubernur Ahmad Luthfi.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
