Logo Header Antaranews Jateng

BI gaungkan "Run From Scam" di ajang Purwokerto Half Marathon 2026

Minggu, 17 Mei 2026 15:36 WIB
Image Print
Edukasi perlindungan konsumen yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto bagi peserta Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026 di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto menggaungkan kampanye "Run From Scam" atau lari dari penipuan pada ajang Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan dan perlindungan konsumen pada era digital.

Kampanye yang digelar di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, itu menyasar 6.000 peserta PHM 2026 melalui edukasi terkait kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang dirancang untuk mencuri uang, data pribadi, maupun akses ke akun digital.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Christoveny mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, panitia, serta seluruh sponsor yang telah menyukseskan penyelenggaraan PHM 2026.

"Pada tahun ini Bank Indonesia dipercaya menjadi education partner dan tema yang kami angkat adalah Run From Scam, lari dari segala macam penipuan digital," katanya.

Menurut dia, perkembangan digitalisasi saat ini tidak hanya menghadirkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam bertransaksi, tetapi juga membawa risiko berupa meningkatnya berbagai modus kejahatan digital.

Dia mengatakan sejumlah modus yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain tautan palsu, aplikasi berbahaya atau APK berisi malware, impersonasi, social engineering, hingga permintaan transfer dana maupun data pribadi oleh pihak yang tidak dikenal.

Melalui momentum PHM 2026, kata dia, Bank Indonesia ingin meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak mudah menjadi korban kejahatan keuangan digital.

"Kalau ada telepon, pesan, atau permintaan transfer yang mencurigakan, lakukan check and recheck. Harus benar-benar diverifikasi terlebih dahulu. Kalau ragu, setop dulu, jangan terburu-buru," katanya.

Dia mengatakan edukasi tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar semakin cerdas secara finansial, mampu menjaga keamanan data pribadi, serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap berbagai ancaman kejahatan digital.

"Melalui Purwokerto Half Marathon, kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik dan jasmani, tetapi juga sehat secara finansial dan aman secara digital. Mari lari dari penipuan, 'Run From Scam'," kata Christoveny.

Kampanye ”Run From Scam” tersebut tercatat sebagai rekor baru di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Nomor 12.727 untuk edukasi perlindungan konsumen kepada peserta lari terbanyak.

Piagam penghargaan MURI tersebut diserahkan Executive Manager MURI Sri Widayati kepada Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Christoveny usai gelaran PHM 2026 di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Minggu (17/5).

Executive Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Sri Widayati (kiri) menyerahkan piagam penghargaan MURI nomor 12.727 kepada Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Christoveny atas penyelenggaraan edukasi perlindungan konsumen dengan jumlah peserta terbanyak yang mencapai 6.000 orang dalam ajang Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026 di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2026). ANTARA/Sumarwoto




Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026