
KEK Batang gandeng KAI-Pelindo bangun pelabuhan darat berbasis rel

Batang (ANTARA) - PT Kawasan Industri Terpadu Batang yang merupakan bagian dari holding BUMN Danareksa menggandeng PT KAI dan Pelindo untuk mengembangkan pelabuhan darat (dryport) berbasis rel kereta api di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang Ngurah Wirawan di Batang, mengatakan bahwa proyek ini merupakan bagian integral dari strategi besar kawasan industri.
"Kami melihat sistem logistik terintegrasi sebagai faktor kunci menarik investasi berkualitas. Dengan dryport maka KEK Industropolis Batang tidak hanya kawasan industri tetapi juga pusat logistik global," katanya.
Menurut dia, pelabuhan darat ini dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare yang memiliki kapasitas awal 600.000–650.000 TEUs per tahun.
"Kapasitas itu berpotensi naik hingga 1.000.000 TEUs seiring pertumbuhan kawasan dan permintaan pasar," katanya.
Ia mengatakan fasilitas ini akan berfungsi sebagai gerbang ekspor dan impor bagi para tenant sekaligus pusat konsolidasi logistik regional.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, menyebut bahwa konektivitas berbasis rel akan menjadi pengubah utama (game changer) dalam distribusi logistik. Pihaknya berkomitmen menyediakan jaringan angkutan barang yang andal dan efisien.
"Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api memberi nilai tambah signifikan bagi pelaku industri," ujarnya.
Ia mengatakan proses groundbreaking dryport ditargetkan mulai pada Juni 2026 sebagai bentuk percepatan implementasi proyek.
Direktur Utama PT Pelindo Achmad Muchtasyar menilai bahwa kehadiran dryport akan memperpanjang layanan pelabuhan hingga lebih dekat ke kawasan industri.
"Ini meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, dan memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global. Target groundbreaking akan dilaksanakan Juni 2026," katanya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri dan logistik nasional.
Penandatanganan kerja sama ini melibatkan empat entitas yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang.
Pengembangan dryport ini sejalan dengan penetapan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan ekonomi khusus yang fokus pada sektor distribusi dan logistik.
Fasilitas tersebut dirancang menjadi tulang punggung logistik yang menghubungkan kawasan industri dengan jaringan pelabuhan laut dan distribusi darat secara terintegrasi.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyebut bahwa konektivitas berbasis rel akan menjadi pengubah utama (game changer) dalam distribusi logistik. Pihaknya berkomitmen menyediakan jaringan angkutan barang yang andal dan efisien.
"Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api memberi nilai tambah signifikan bagi pelaku industri," tuturnya. Ia menambahkan, proses groundbreaking dryport ditargetkan mulai pada Juni 2026 sebagai bentuk percepatan implementasi proyek.
Direktur Utama PT Pelindo Achmad Muchtasyar menilai bahwa kehadiran dryport akan memperpanjang layanan pelabuhan hingga lebih dekat ke kawasan industri.
"Ini meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, dan memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global," katanya.
Kementerian Perekonomian menilai pengembangan pelabuhan darat/kering (dryport) berbasis rel kereta api di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, akan memperkuat ekosistem industri dan logistik nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Perekonomian Ali Murtopo Simbolon di Batang, Selasa, mengatakan bahwa penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi pelabuhan adalah kunci menurunkan biaya logistik nasional.
"Inisiatif di Industropolis Batang adalah contoh konkret kolaborasi untuk efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia," katanya.
Ia mengatakan proyek dryport ini akan dikembangkan secara bertahap dan mulai tahun ini dilakukan finalisasi konsep dan studi kelayakan.
Kemudian pada periode 2027–2028 akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan integrasi sistem.
"Selanjutnya, tahap operasional dan ekspansi akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar," katanya.
Dengan dukungan penuh pemerintah dan mitra strategis, KEK Industropolis Batang terus memperkuat posisi sebagai destinasi investasi unggulan sekaligus berkontribusi nyata dalam penataan struktur logistik nasional.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
