Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Kudus terus pantau fluktuasi harga jual kedelai impor

Senin, 18 Mei 2026 16:50 WIB
Image Print
Seorang pekerja tengah memeras kedelai untuk diambil sarinya sebagai bahan baku pembuatan tahu di tempat produksi tahu di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan stok kedelai impor saat ini masih tersedia cukup, sedangkan flukutasi harganya masih terus dipantau guna memastikan daya beli masyarakat masih terjangkau.

"Untuk saat ini, stok kedelai di masing-masing pedagang besar masih tersedia aman. Sedangkan fluktuasi harga sudah terjadi sejak bulan April 2026. Kami masih terus memantau fluktuasinya," kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sonhaji di Kudus, Minggu.

Berdasarkan hasil pantauan harga hari ini (18/5), kata dia, harga jual kedelai impor sudah menyentuh Rp12.000 per kilogram. Namun, untuk tingkat distributor atau pedagang besar harga jualnya bisa berbeda atau lebih murah, seperti di tingkat koperasi pengusaha tahu tempe.

Ia mengingatkan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok di sejumlah pedagang grosir tersedia cukup.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf membenarkan bahwa stok kedelai impor saat ini cukup aman karena di gudang sekitar 60-an ton dan masih bisa ditambah sesuai kebutuhan.

"Sejauh ini, belum ada permasalahan soal stok kedelai impor meskipun harganya terus berfluktuasi seiring fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat," ujarnya.

Untuk harga jual kedelai impor, kata dia, sebelumnya Rp10.600/kg, kini naik menjadi Rp10.700/kg. Harga jualnya tentu akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar, karena komoditas tersebut impor.

Ia memperkirakan ketika harga jual kedelai impor terus naik, maka pengusaha tahu dan tempe juga akan bereaksi menyesuaikan harga jualnya. Sedangkan saat ini mereka masih bertahan dengan harga jual sebelumnya.

Bambang, pengusaha tahu asal Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus mengakui hingga saat ini dirinya masih bertahan dengan harga jual sebelumnya dan belum berani menyesuaikan dengan kenaikan harga kedelai.

"Saya baru berani menyesuaikan harga jual tahu ketika harga kedelai menembus di angka Rp12.000 lebih per kilogramnya. Untuk sementara di tingkat koperasi masih berkisar Rp10.600-an per kilogramnya," ujarnya.

Para pengusaha tahu rata-rata mematok harga jual tahu berdasarkan papan cetakan yang dijual Rp35.000.

Meskipun setiap papan dijual dengan harga sama, tetapi pelanggan bisa meminta pemotongan sesuai ukuran yang diinginkan, sehingga harga jual di pasaran antar pedagang bisa berbeda karena beda ukuran.

Baca juga: Pemkab Kudus pastikan stok kedelai impor masih tersedia



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026