Logo Header Antaranews Jateng

City Gas Tour PGN hadir di Sidoarjo

Selasa, 8 September 2026 19:29 WIB
Image Print
City Gas Tour 2026 sukses digelar PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina, di Sidoarjo, tepatnya di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (6/9/2026). (ANTARA/HO-PGN)

Semarang (ANTARA) - City Gas Tour 2026 sukses digelar PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina, di Sidoarjo, tepatnya di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-Alun Sidoarjo, Minggu.

Area Head PGN Wilayah Sidoarjo Heri Frastiono, dalam pernyataan di Semarang, Senin, mengatakan City Gas Tour 2026 hadir di Sidoarjo ditengah potensi pemanfaatan gas bumi yang cukup di wilayah tersebut.

Program tersebut digelar untuk meningkatkan edukasi mengenai pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga, usaha kecil, komersial hingga industri.

Menurut dia, Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu penyangga ekonomi di Jawa Timur.

PGN juga bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendorong perluasan pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi yang praktis, aman dan ramah lingkungan, khususnya sektor UMKM di wilayah Sidoarjo.

Seiring dengan pertumbuhan manufaktur dan UMKM hingga pemukiman, gas bumi dapat hadir sebagai energi yang aman, efisien dan ramah lingkungan.

Antusiasme masyarakat dalam City Gas Tour di Sidoarjo cukup tinggi, tercatat lebih dari 500 peserta mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk Fun Walk yang dipadukan dengan aksi membersihkan sampah di sepanjang rute.

"Dalam kegiatan City Gas Tour, kami mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan, sekaligus menggiatkan pemahaman mengenai energi yang bersih, ramah lingkungan, praktis yaitu gas bumi," katanya.

Dalam rangakaian kegiatan City Gas Tour, PGN turut menggelar demo memasak menggunakan produk GasLink berbasis gas bumi beyond pipeline yaitu compressed natural gas (CNG).

Ia menjelaskan bahwa Gaslink dapat menjadi alternatif bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

"Dengan menggunakan gas bumi untuk memasak, selain lebih bersih api yang dihasilkan cepat merata sehingga proses memasak menjadi lebih efisien, praktis dan memudahkan kebutuhan dapur sehari-hari," katanya.

PGN juga menggelar edukasi mengenai keselamatan penggunaan gas bumi. Gas bumi dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari memasak, pemanas air, oven hingga kebutuhan usaha laundry.

Dengan demikian, faktor – faktor keselamatan perlu diketahui demi keamanan dan keselamatan bersama, termasuk cara mitigasi apabila terjadi kendala maupun insiden.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo Moh. Bahrul Amiq mengatakan kebutuhan energi ramah lingkungan semakin penting seiring tingginya aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Kabupaten Sidoarjo memiliki 18 kecamatan dan 353 desa/ kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa, atau mencapai 2,3 juta jika memperhitungkan mobilitas penduduk siang dan malam.

"Sidoarjo dikenal sebagai daerah UMKM yang tumbuh dan berkembang sedemikian rupa. Oleh karenanya, kehadiran energi ramah lingkungan itu menjadi sebuah kebutuhan untuk menunjang pertumbuhan UMKM," katanya.

Menurut dia, penggunaan energi ramah lingkungan juga berkaitan dengan upaya memperbaiki kualitas lingkungan hidup Sidoarjo.

Selain kendaraan bermotor, ia menyoroti masih adanya aktivitas ekonomi yang menggunakan bahan bakar tidak ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bakar.

Oleh karena itu, ia berharap pelaku usaha dapat didorong untuk beralih menggunakan gas bumi sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.

Amiq menegaskan Pemkab Sidoarjo siap berkolaborasi dengan PGN untuk memperluas pemanfaatan gas bumi.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026