
BNPB ungkap pemicu banjir Solo

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap bahwa banjir yang melanda Kota Solo/Surakarta, Jawa Tengah, dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat dipicu oleh intensitas hujan tinggi sebagai dampak tidak langsung dari masih eksisnya Bibit Siklon Tropis 92S.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyebutkan, meskipun posisi bibit siklon di barat daya Sumatera tersebut mulai menjauhi Indonesia, dampaknya masih memicu cuaca ekstrem di wilayah Sumatera bagian selatan hingga Jawa.
"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan," kata dia.
BNPB melaporkan, di Kota Surakarta (Solo) banjir melanda pada Selasa (14/4) malam pukul 21.42 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Solo Raya. Sampai Rabu (15/4) petang tercatat sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di 12 kelurahan, termasuk Kelurahan Pajang, Kedung Lumbu, dan Tipes.
Selain genangan air, bencana tersebut mengakibatkan talud longsor di Kelurahan Pajang. Sejumlah warga dilaporkan sempat mengungsi ke masjid, sekolah, dan balai warga.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
