
Bulog Tegal menyalurkan 1,6 juta liter Minyakita jaga stabilisasi harga

Tegal (ANTARA) - Perum Bulog Tegal, Jawa Tengah, menyalurkan 1,6 juta liter Minyakkita kepada pasar pencatatan harga, pengecer, Rumah Pangan Kita, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya menjaga stabilisasi harga komoditas minyak goreng di pasaran di tujuh wilayah kota/kabupaten eks-Keresidenan Pekalongan.
Pimpinan Bulog Cabang Tegal Agung Rohman, di Tegal, Sabtu, mengatakan bahwa penyaluran Minyakita periode Januari 2026 hingga April 2026 ini dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi yaitu Rp15.700 per liter.
"Kami mendapat penugasan untuk mendistribusikan Minyakita dimana 35 persen dari produksi Minyakita yang didistribusikan salah satunya melalui Bulog. Untuk Bulog Tegal sudah menyalurkan pada semua sasaran baik pasar maupun pedagang nonpasar," katanya.
Menurut dia, sejumlah pasar tradisional yang menjadi sasaran distribusi Minyakkita antara lain Pasar Pagi Kabupaten Batang, Pasar Grogolan Kota Pekalongan, Pasar Pagi Pemalang, Pasar Pagi Kota Tegal, Pasar Kajen Pekalongan, Pasar Trayeman Kabupaten Tegal, dan Pasar Induk Brebes.
Bulog Tegal memiliki tujuh wilayah penyaluran Minyakita yaitu, Kabupaten Brebes, Kota/Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kota/Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang.
"Semua sudah di lakukan droping secara berkala agar pasokan Minyakita di pasar itu tetap terjaga. Penyaluran Minyakkita ini tidak termasuk penyaluran untuk bantuan pangan," katanya.
Ia mengatakan persentase penugasan distribusi Minyakita oleh Badan Usaha Milik Negara ada rencana penambahan lebih dari 35 persen agar para pedagang yang nantinya akan menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Tidak ada target, kita mendapat penugasan 35 persen itu karena untuk stabilisasi. Adapun rencana pusat persentasenya akan dinaikkan, mungkin bisa 50 persen atau 60 persen. Kalau Bulog mendistribusikan sesuai ketentuan harga jual dan harga beli, diharapkan pedagang menjual sesuai HET," katanya.
Baca juga: BULOG Surakarta komitmen salurkan Minyakita di pasar tradisional Solo Raya
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
