Logo Header Antaranews Jateng

Wali Kota Magelang: Nilai Al Quran penting guna bangun masyarakat damai

Sabtu, 7 Maret 2026 16:06 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan sambutan dalam pengajian Nuzululqur'an di SMK Mutual Kota Magelang, Sabtu (7/3/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah dinamika dan perubahan yang terjadi di dunia saat ini.

Damar Prasetyono di Magelang, Sabtu, menyampaikan Al Quran selalu memberikan pedoman sekaligus ketenangan bagi umat manusia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam pengajian Nuzululqur'an di SMK Mutual Kota Magelang yang dihadiri Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla.

"Di tengah berbagai perubahan, Al Quran selalu memberikan pedoman dan ketenangan bagi umat manusia. Karena itulah nilai-nilai Al Quran sangat penting untuk terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.

Ia menjelaskan ajaran Al Quran yang menekankan kejujuran, keadilan, kepedulian, serta persaudaraan menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Menurut dia, apabila nilai-nilai tersebut benar-benar diamalkan, masyarakat akan mampu menciptakan kehidupan yang damai, rukun, dan saling menghargai satu sama lain.

"Jika nilai kejujuran, keadilan, kepedulian, dan persaudaraan yang diajarkan dalam Al Quran benar-benar kita amalkan, maka insyaallah kita akan mampu membangun masyarakat yang damai, rukun, dan saling menghargai," katanya.

Ia juga menyoroti kondisi dunia saat ini yang diwarnai berbagai ketegangan geopolitik. Dalam situasi tersebut, nilai perdamaian dan sikap saling menghormati justru menjadi sesuatu yang sangat berharga.

"Sekarang ini damai, rukun, dan saling menghargai satu sama lain menjadi barang yang mahal di dunia. Tidak semua orang memahami arti kedamaian dan saling menghargai di tengah situasi geopolitik yang terjadi di muka bumi ini," katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadhan dan peringatan Nuzululqur'an sebagai sarana refleksi untuk memperkuat nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bersama.

"Kita butuh kedamaian. Untuk membangun juga membutuhkan kedamaian. Kita harus saling menghargai satu sama lain. Melalui momentum Ramadhan dan peringatan Nuzululqur'an ini, semoga menjadi perhatian kita bersama," katanya.

Baca juga: Pemkot Magelang pastikan stok-harga sembako aman jelang Lebaran



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026