Logo Header Antaranews Jateng

Wali kota : Tagana-Pordam berkomitmen hadir di masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 15:28 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memimpin Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Kota Magelang 2026 di bekas Kantor Disporapar di Jalan Gatot Subroto Kota Magelang sekaligus pengukuhan 17 Tagana dan enam Pordam, Sabtu (16/5). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan pengukuhan 17 Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan enam Pelopor Perdamaian (Pordam) sebagai amanah dan harapan masyarakat yang harus dijawab dengan komitmen untuk hadir, peduli, dan siap membantu masyarakat.

“Pengukuhan ini adalah amanah sekaligus harapan masyarakat yang harus dijawab dengan komitmen untuk hadir, peduli, dan siap membantu ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Minggu.

Sebanyak 17 Tagana dan enam Pordam dikukuhkan dalam Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Kota Magelang 2026 di bekas Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) di Jalan Gatot Subroto Kota Magelang, Sabtu (16/5).

Kegiatan itu diikuti 400 peserta berasal dari berbagai unsur relawan dan instansi terkait, antara lain Tagana Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung, PMI Kota Magelang, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), komunitas relawan Magelang Raya, linmas, Satpol PP, serta camat dan lurah se-Kota Magelang.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial, para pelatih, relawan senior, dan seluruh pihak yang telah membina generasi relawan sosial di daerah setempat.

Ia mengatakan para anggota Tagana akan berperan dalam pelayanan sosial pada situasi kebencanaan dan kedaruratan, sedangkan Pordam memiliki peran menguatkan harmoni sosial masyarakat melalui sikap toleransi, persaudaraan, dan semangat perdamaian.

Meski Kota Magelang bukan daerah dengan bencana berskala besar, kata dia, berbagai potensi kerawanan, seperti cuaca ekstrem, pohon tumbang, kebakaran permukiman hingga persoalan sosial, tetap membutuhkan kesiapsiagaan bersama.

Damar menilai para relawan muda mampu mematahkan stigma generasi muda yang dianggap kurang peduli terhadap lingkungan sosial.

“Saudara-saudara adalah generasi muda yang tidak hanya aktif di dunia digital, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, membantu sesama dan menjadi bagian dari solusi sosial,” katanya.

Ia berpesan kepada para relawan agar selalu menjaga etika, integritas, serta mengedepankan koordinasi dalam setiap langkah pengabdian.

“Mari kita kuatkan semangat gotong royong dan kepedulian agar Kota Magelang semakin harmonis dan humanis,” katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026