BPS : Angka kemiskinan Jateng naik
Senin, 16 Januari 2023 20:12 WIB
Tangkapan layar laman Youtube BPS Jateng saat Ketua Tim Statistik Sosial BPS Jawa Tengah Muh. Saichudin menjelaskan perkembangan kemiskinan Jateng di Semarang, Senin. (ANTARA/ I.C.Senjaya)
Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah penduduk miskin Provinsi ini per September 2022 mengalami kenaikan menjadi 3,86 juta jiwa.
Ketua Tim Statistik Sosial BPS Jawa Tengah Muh.Saichudin dalam siaran pers di Semarang, Senin, mengatakan jumlah penduduk miskin pada September 2022 mengalami kenaikan sebesar 26,79 ribu orang di banding Maret 2022.
"Persentase penduduk miskin Jawa Tengah di September 2022 sebesar 10,98 persen, naik 0,05 persen di banding Maret 2022," katanya.
Ia menjelaskan jumlah penduduk miskin di perkotaan mengalami kenaikan sebanyak 33,92 ribu orang pada September 2022.
Namun, untuk di wilayah perdesaan, kata dia, jumlah penduduk miskin justru mengalami penurunan sebanyak 7,14 ribu jiwa.
Adapun garis kemiskinan Jawa Tengah pada September 2022 tercatat mencapai Rp464.879 per kapita per bulan.
Ia menyebut terjadi kenaikan garis kemiskinan sebesar 5,94.persen di banding Maret 2022.
Ia menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan Jawa Tengah selama periode Maret hingga September 2022 antara lain kebijakan pemerintah yang menyesuaikan harga BBM pada awal September.
Selain itu, inflasi yang terjadi di perkotaan pada periode tersebut mencapai 3,87 persen, sementara di perdesaan mencapai 4,30 persen.
Pelambatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III 2022 di banding triwulan sebelumnya, lanjut dia, juga berdampak terhadap tingkat kemiskinan di provinsi ini.
Ketua Tim Statistik Sosial BPS Jawa Tengah Muh.Saichudin dalam siaran pers di Semarang, Senin, mengatakan jumlah penduduk miskin pada September 2022 mengalami kenaikan sebesar 26,79 ribu orang di banding Maret 2022.
"Persentase penduduk miskin Jawa Tengah di September 2022 sebesar 10,98 persen, naik 0,05 persen di banding Maret 2022," katanya.
Ia menjelaskan jumlah penduduk miskin di perkotaan mengalami kenaikan sebanyak 33,92 ribu orang pada September 2022.
Namun, untuk di wilayah perdesaan, kata dia, jumlah penduduk miskin justru mengalami penurunan sebanyak 7,14 ribu jiwa.
Adapun garis kemiskinan Jawa Tengah pada September 2022 tercatat mencapai Rp464.879 per kapita per bulan.
Ia menyebut terjadi kenaikan garis kemiskinan sebesar 5,94.persen di banding Maret 2022.
Ia menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan Jawa Tengah selama periode Maret hingga September 2022 antara lain kebijakan pemerintah yang menyesuaikan harga BBM pada awal September.
Selain itu, inflasi yang terjadi di perkotaan pada periode tersebut mencapai 3,87 persen, sementara di perdesaan mencapai 4,30 persen.
Pelambatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III 2022 di banding triwulan sebelumnya, lanjut dia, juga berdampak terhadap tingkat kemiskinan di provinsi ini.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Jateng hadirkan TAC sebagai sistem pengamanan dan pelayanan mudik terpadu
13 March 2026 13:03 WIB
Terpopuler - Tenaga Kerja
Lihat Juga
Mendag dorong desainer muda Kudus miliki brand dan perluas pasar nasional dan internasional
12 March 2026 23:49 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Klaim Rp 33,8 Miliar kepada PT Selalu Cinta Indonesia di Salatiga
11 March 2026 11:09 WIB
BPJS Ketenagakerjaan gandeng masjid dan RT/RW perluas perlindungan pekerja informal
11 March 2026 9:30 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dan BBPVP Semarang komitmen tingkatkan perlindungan sosial
10 March 2026 10:26 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi gandeng KP2MI pantau pekerja migran asal Jateng di Timur Tengah
06 March 2026 10:30 WIB