Logo Header Antaranews Jateng

BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto komitmen melindungi pekerja rentan

Jumat, 22 Mei 2026 06:26 WIB
Image Print
Penyerahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto kepada Ngazizah selalu ahli waris almarhum Riyanto di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026). ANTARA/HO-BPJS Ketenagakerjaan

Purwokerto (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto menegaskan komitmen melindungi pekerja rentan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, salah satunya dengan menyerahkan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada ahli waris penderes kelapa yang meninggal akibat kecelakaan kerja.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Vinca Meitasari di Purwokerto, Banyumas, Kamis, mengatakan santunan sebesar Rp214 juta tersebut diberikan kepada ahli waris almarhum Riyanto yang merupakan peserta aktif program Bukan Penerima Upah (BPU) dengan profesi petani atau pekebun.

Menurut dia, almarhum mengalami kecelakaan kerja pada 4 Maret 2026, sekitar pukul 17.00 WIB saat menjalankan aktivitas menderes nira di pohon kelapa setinggi sekitar 12 meter.

Dalam hal ini, korban terjatuh akibat dahan pegangan yang patah dan sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Ajibarang, namun akhirnya meninggal dunia.

Oleh karena tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, ahli waris almarhum berhak menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan secara penuh.

“Risiko pekerjaan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, terutama bagi profesi dengan risiko tinggi seperti penderes kelapa. Melalui penyerahan santunan ini, kami ingin memastikan negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi keluarga pekerja dari risiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja,” katanya.

Dia mengatakan santunan yang diserahkan pada Rabu (20/5) meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp70 juta serta beasiswa pendidikan untuk dua anak almarhum dengan total maksimal Rp147 juta hingga jenjang perguruan tinggi.

Dia mengharapkan pemberian santunan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan pendidikan anak-anak almarhum tetap berlanjut hingga meraih cita-cita mereka.

Vinca juga mengimbau para pekerja sektor informal seperti petani, pekebun, pedagang, dan nelayan untuk mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan agar memperoleh perlindungan saat bekerja.

Dalam kesempatan terpisah, ahli waris almarhum, Ngazizah, mengaku bersyukur atas santunan yang diserahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarganya.

“Santunan ini sangat berarti bagi kami, terutama beasiswa untuk kedua anak kami agar mereka bisa terus melanjutkan sekolah hingga bangku kuliah meraih cita-citanya,” katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026