Mempersiapkan Anak Sejak Dini
Senin, 24 Juli 2017 11:49 WIB
Penguji memerhatikan anak-anak yang mengikuti ujian kenaikan tingkat Taekwondo sabuk biru pada Hari Anak Nasional, di GOR Undip Semarang, Minggu (23/7). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Nur Istibsaroh)
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli mengingatkan pentingnya kepedulian seluruh pihak baik itu pemerintah, lingkungan sekolah termasuk di dalamnya para guru, seluruh anggota keluarga, serta lingkungan tempat tinggal untuk terus mendampingi pertumbuhan dan perkembangan masa depan anak.
Kepedulian tersebut sangat diperlukan, apalagi para orang tua dan guru, saat ini dihadapkan dengan kompetitor "kelas berat", seperti gawai, televisi, dan media sosial, ditambah keberanian yang tinggi anak untuk "berselancar".
Anak-anak laiknya terjun bebas di pasar internet dan luapan informasi, sehingga kita para orang tua dan guru harus membekali mereka dengan modal berupa nilai-nilai kebenaran, kejujuran, etika, dan budaya kepada anak, agar tidak tersesat dan salah jalan.
Bekal tersebut dibutuhkan untuk mengisi software anak, sehingga hardware yang diimplementasikan dalam tingkah laku dan kepribadian anak sesuai yang diinginkan seperti berbagi kebahagiaan karena mereka memiliki kebahagiaan dari dalam diri mereka.
Seperti halnya orang mewakafkan tanah, tentu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki tanah. Begitu juga dengan kita akan berbagi dengan apa yang dimiliki, sehingga harus dipersiapkan agar mereka memiliki kebahagiaan untuk dapat dibagi dengan lingkungan sekitar.
Hal lain yang perlu diberikan kepada anak yakni banyak pengalaman di berbagai hal, sehingga dapat menjadi bekal anak untuk menentukan masa depan mereka dengan beraneka pilihan.
Pengalaman tersebut berupa kesempatan untuk membuka diri dan belajar banyak hal, sehingga anak berani bermimpi, berani mencoba, dan tidak takut salah.
Kepedulian tersebut sangat diperlukan, apalagi para orang tua dan guru, saat ini dihadapkan dengan kompetitor "kelas berat", seperti gawai, televisi, dan media sosial, ditambah keberanian yang tinggi anak untuk "berselancar".
Anak-anak laiknya terjun bebas di pasar internet dan luapan informasi, sehingga kita para orang tua dan guru harus membekali mereka dengan modal berupa nilai-nilai kebenaran, kejujuran, etika, dan budaya kepada anak, agar tidak tersesat dan salah jalan.
Bekal tersebut dibutuhkan untuk mengisi software anak, sehingga hardware yang diimplementasikan dalam tingkah laku dan kepribadian anak sesuai yang diinginkan seperti berbagi kebahagiaan karena mereka memiliki kebahagiaan dari dalam diri mereka.
Seperti halnya orang mewakafkan tanah, tentu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki tanah. Begitu juga dengan kita akan berbagi dengan apa yang dimiliki, sehingga harus dipersiapkan agar mereka memiliki kebahagiaan untuk dapat dibagi dengan lingkungan sekitar.
Hal lain yang perlu diberikan kepada anak yakni banyak pengalaman di berbagai hal, sehingga dapat menjadi bekal anak untuk menentukan masa depan mereka dengan beraneka pilihan.
Pengalaman tersebut berupa kesempatan untuk membuka diri dan belajar banyak hal, sehingga anak berani bermimpi, berani mencoba, dan tidak takut salah.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK akan periksa suami dan anak Fadia Arafiq, terkait aliran dana dugaan korupsi
06 March 2026 14:09 WIB
KPK : Suami-anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terima uang korupsi hingga Rp13,7 M
05 March 2026 3:37 WIB
PT Pertamina Lubricants beri santunan pendidikan untuk 130 anak di Ring I Cilacap
04 March 2026 17:43 WIB
Pemkab Jepara targetkan semua perusahaan lengkapi fasilitas penitipan anak
26 February 2026 20:32 WIB
Program SPRING di PKD Sumingkir perkuat stimulasi tumbuh kembang anak usia dini
23 February 2026 15:09 WIB
Terpopuler - TAJUK
Lihat Juga
Tinjauan manajerial reformasi Kepolisian: lebih dari sekadar soal struktur
02 February 2026 15:44 WIB