Logo Header Antaranews Jateng

Kemeriahan Solo sambut Ramadan

Rabu, 18 Februari 2026 10:30 WIB
Image Print
Ornamen khas Ramadan berdampingan dengan ornamen Imlek di Jalan Jenderal Sudirman Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/2/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Suasana meriah terlihat di jantung Kota Solo, tepatnya mulai dari perempatan patung Slamet Riyadi hingga ke arah Pasar Gede.

Di ruas jalan tersebut, berbagai ornamen khas menyambut Ramadan terpasang rapi. Yang menarik, ornamen Ramadan ini berdampingan dengan ornamen khas Imlek.

Pemandangan ini menunjukkan harmonisasi beragama di Kota Solo berjalan baik. Toleransi terjaga sehingga membuat siapapun yang datang merasakan hati tenang.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2026 Sumartono Hadinoto mengatakan pemasangan lampion yang berdampingan tersebut membuktikan kuatnya kebhinnekaan yang telah terjalin sejak lama antara etnis Tionghoa dan Jawa di kawasan pecinan Pasar Gede.

Kebhinnekaan ini juga yang membuat banyak orang terkesan ketika berkunjung ke Solo, termasuk juga menjadikan Solo sebagai destinasi wisata religi di kala Ramadan.

Apalagi, saat ini Solo juga memiliki Masjid Raya Sheikh Zayed yang setiap harinya menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama. Tradisi ini bagai magnet tersendiri bagi masyarakat untuk datang sekaligus menjalankan salat tarawih di masjid tersebut.

Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Munajat mengatakan penyediaan menu berbuka puasa merupakan bagian dari komitmen manajemen untuk memastikan setiap orang yang datang, baik musafir maupun warga lokal bisa berbuka puasa dengan hidangan yang layak.

“Kami tidak melihat muslim maupun nonmuslim. Silahkan menikmati hidangan berbuka di sini,” katanya.

Untuk memastikan seluruh pengunjung memperoleh makanan buka puasa, dalam satu hari pihaknya menyediakan hingga ribuan porsi makanan, baik takjil maupun makanan berat.

Selain Masjid Raya Sheikh Zayed, kekayaan lain yang juga dimiliki Solo adalah masjid-masjid tua peninggalan masa lalu yang sampai saat ini masih terjaga keindahannya.

Beberapa di antaranya yakni Masjid Agung Keraton Surakarta dan Masjid Al Wustho. Bahkan, karena keindahannya, tidak jarang para pengunjung sengaja menjadikan kedua masjid ini sebagai tempat beribadah saat datang ke Solo.

Bubur Samin

Selain berbagai masjid indah, ada satu lagi tradisi Ramadan yang menarik untuk diikuti, yakni mengantre untuk mendapatkan sepiring bubur Samin.

Memasak bubur Samin ini menjadi tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadan. Menu Bubur Samin khas Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi menu favorit yang selalu disiapkan oleh takmir Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

Bubur ini menggunakan beberapa bahan, di antaranya beras, daging, dan sayuran. Karena terkenal dengan kelezatannya, bubur ini banyak disukai oleh masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota.

Banyak dari mereka yang mengantre dengan membawa rantang untuk sengaja disantap di rumah bersama keluarga.

Sampai dengan saat ini, tradisi yang sudah dilakukan sejak tahun 1985 tersebut masih terus diselenggarakan setiap tahunnya dan menjadi bagian dari kekayaan budaya di Kota Solo.

Fasilitas Pemkot Surakarta

Bagi sebagian masyarakat, momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menambah pemasukan dengan berjualan takjil. Bahkan, tidak jarang muncul pedagang dadakan yang hanya berjualan di saat bulan Ramadan.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota Surakarta berupaya memberikan fasilitas yang layak bagi mereka. Beberapa waktu lalu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi meminta agar para pedagang kaki lima (PKL) memanfaatkan tempat-tempat milik pemerintah daerah untuk berjualan.

“Kami menyediakan kantor-kantor pemerintahan, di kecamatan dan di kelurahan untuk bisa digunakan PKL,” katanya.

Selain itu, tempat-tempat lain yang bisa dimanfaatkan yakni kantong parkir di Taman Sriwedari Solo. Lokasi ini bahkan strategis dijadikan sebagai tempat ngabuburit bagi keluarga.

Di bagian belakang taman tersebut terdapat beberapa ekor rusa yang dilepasliarkan. Para pengunjung bisa bebas memberikan makanan untuk para rusa.

Ia mengatakan para pedagang bisa memanfaatkan lokasi-lokasi tersebut tanpa dipungut biaya sepeserpun. Meski begitu, ia meminta agar para pedagang tetap menjaga kerapian dan kebersihan selama berjualan dan sesudah berjualan.

Berbagai kekayaan bangunan religi, keindahan lampion, dan kepedulian pemerintah setempat untuk memberikan fasilitas bagi warganya menjadi tanda bahwa Kota Solo siap menyambut tamu-tamu selama bulan Ramadan.

Masyarakat tidak hanya akan dimanjakan dengan keindahan kota dan wisata religi, tetapi juga berbagai jajanan dengan harga terjangkau.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026