
Perpustakaan Kudus kini menjadi destinasi wisata edukasi buat anak

Kudus (ANTARA) - Gedung baru Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini menjadi destinasi wisata edukasi favorit bagi anak-anak, karena fasilitasnya lebih representatif sehingga mendorong orang tua mengajak anaknya berkunjung sekaligus menanamkan budaya gemar membaca sejak dini.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus Mutrikah, di Kudus, Senin, mengatakan sejak dibuka untuk umum, animo masyarakat terus meningkat. Terutama pada hari libur, banyak orang tua yang membawa anak usia balita hingga sekolah dasar untuk menikmati suasana perpustakaan yang nyaman dan ramah anak.
"Sejak dibuka untuk umum, animo masyarakat mengunjungi Perpustakaan Kudus semakin meningkat. Terutama pada hari libur, orang tua banyak yang mengajak anaknya yang masih balita dan usia sekolah dasar untuk mengunjungi perpustakaan," ujarnya.
Selama bulan suci Ramadhan, lanjut dia, layanan tetap dibuka pada Sabtu dan Minggu. Namun jam operasionalnya dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Meski tidak beroperasi penuh sehari, antusiasme masyarakat tetap tinggi.
Menurut Mutrikah, ke depan pihaknya akan meningkatkan sosialisasi agar kunjungan masyarakat semakin bertambah. Apalagi, gedung baru dengan lahan parkir yang luas memungkinkan penyelenggaraan berbagai kegiatan pendukung.
"Dengan gedung baru dan lahan parkir yang luas, bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang menarik minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan," ujarnya.
Sejumlah agenda seperti bazar buku dan kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) direncanakan digelar di kawasan perpustakaan. Selain itu, Arpusda Kudus juga menggandeng berbagai komunitas untuk mendukung program literasi dan kegiatan edukatif lainnya.
Indra, salah satu warga Kudus, mengatakan sengaja mengajak dua anaknya berkunjung pada akhir pekan lalu. Satu anaknya masih duduk di bangku taman kanak-kanak, sementara satunya masih balita.
"Tujuannya, selain berwisata murah juga mengenalkan anak dengan buku, agar gemar membaca dibandingkan memegang gawai," ujarnya.
Pengunjung lainnya, Arroyyan, siswa kelas IV sekolah dasar, mengaku tertarik datang karena mendapat informasi bahwa gedung perpustakaan kini baru dan koleksi bukunya lengkap.
"Ruangannya benar-benar nyaman, sehingga bisa membaca sambil tiduran di sofa. Banyak tempat yang bisa digunakan untuk membaca dengan cara santai dan menyenangkan," ujar Arroyyan yang berkunjung ke perpustakaan didampingi ibunya.
Ia mengaku mengambil belasan judul buku cerita anak, sebagian dibaca langsung dan sebagian lagi sekadar melihat ilustrasi gambarnya.
Kompleks perpustakaan baru tersebut terdiri atas empat gedung. Gedung A difungsikan sebagai ruang referensi dengan koleksi yang hanya bisa dibaca di tempat. Sementara gedung lainnya digunakan sebagai ruang multimedia, ruang baca umum untuk dewasa, serta ruang baca anak-anak yang sangat unik dan menarik, serta tidak terkesan kaku buat meningkatkan minat membaca anak. Koleksi bacaan di masing-masing gedung telah disesuaikan dengan fungsinya.
Gedung perpustakaan baru ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp8,43 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional dan selesai dikerjakan pada pertengahan Desember 2025.
Saat ini, Perpustakaan Daerah Kudus memiliki sekitar 34.000 judul buku dengan total koleksi puluhan ribu eksemplar. Koleksi tersebut akan terus dimaksimalkan untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar sekaligus rekreasi edukatif bagi keluarga.
Baca juga: 12 lokasi KDMP di Kudus selesai dibangun
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
