
Pemkot Magelang tempatkan pendidikan fondasi pembangunan SDM

Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan kemajuan sumber daya manusia (SDM) di daerah itu.
“Pendidikan ini adalah bagian yang paling fundamental, hal terpenting dalam peradaban manusia. Apa pun persoalan yang kita hadapi, kuncinya tetap pendidikan,” kata dia dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Senin.
Ia mengatakan hal itu setelah memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman depan Kantor Wali Kota Magelang, yang berlangsung khidmat dan semarak dengan nuansa kebudayaan.
Dalam kegiatan itu, peserta berasal dari berbagai unsur mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, sedangkan Damar mengenakan busana adat Jawa Timur.
Ia mengatakan pendidikan memiliki peran strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan.
“Kemiskinan bisa kita potong lewat pendidikan. Pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.
Saat ini pihaknya memfokuskan berbagai kebijakan pada peningkatan kualitas SDM melalui penguatan pendidikan formal dan nonformal.
Menurut dia, berbagai program pendidikan dari pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah telah berjalan selaras dan terus diperkuat melalui inovasi di tingkat lokal.
Salah satu inovasi yang dijalankan Pemkot Magelang, yakni penerapan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan melatih kedisiplinan.
“Masuk sekolah jam 06.30 WIB adalah bagian dari penguatan karakter. Ini sebenarnya sudah ada dari pemerintah pusat, tetapi kami perkuat lagi agar anak-anak di Kota Magelang lebih siap menata masa depannya,” katanya.
Pada upacara itu, Wali Kota Damar membacakan amanat tertulis peringatan Hardiknas 2026 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, sedangkan setelah upacara, dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
